Pernahkah Anda pergi ke Giant Ekstra (Hypermarket) atau supermarket manapun, hendak berbelanja bulanan, tetapi sesampainya disana kesal karena tidak kebagian trolley belanja?

Mungkin pernah yah? Dan, mungkin pada saat itu Anda ingin menggerutu dan menumpahkan kekesalan terhadap pengelola karena tidak menyediakan dalam jumlah yang cukup. Kalau hal itu memang pernah mengalami hal tersebut, boleh saya sarankan untuk menunda marahnya.

Selain tidak baik bagi kesehatan terlalu sering marah, juga karena bisa jadi sebenarnya bukan kesalahan pengelola. Bisa jadi hal itu disebabkan oleh yang seperti ini.

Anda tidak kebagian trolley belanja jangan buru-buru salahkan pengelola (2)

 

 

Sepertinya sudah menjadi sebuah kebiasaan tersendiri saat berbelanja di supermarket atau hipermarket, pengunjung akan selalu mengambil trolley belanja dibandingkan keranjang belanja.

Kebanyakan, bukan karena mereka hendak berbelanja dalam jumlah besar, melainkan karena mereka membawa anak. Banyak ditemui, sangat banyak bahkan ditemui pengunjung yang membeli hanya beberapa kotak susu atau buah tetapi tetap mengambil trolley belanja dan kemudian menggunakannya sebagai kereta dorong anak.

Anda tidak kebagian trolley belanja jangan buru-buru salahkan pengelola

Apakah dilarang? Sepertinya tidak ada larangan tertulis atau teguran dilayangkan pihak pengelola terhadap hal ini, dan selama berbelanja di berbagai supermarket di Bogor, hal ini adalah sesuatu yang umum ditemukan (bahkan mungkin di Indonesia). Jadi, bisa dikata sesuatu yang harus dianggap tidak dilarang.

Tetapi, tanpa disadari hal inilah yang membuat trolley belanja selalu cepat habis. Penggunaannya tidak efektif.

Bagaimanapun, pengelola supermarket atau hipermarket sudah memperhitungkan kebutuhan trolley belanja dan keranjang belanja berdasarkan rata-rata pengunjung dan juga barang yang terjual. Jumlahnya pasti sudah disesuaikan dengan efisiensi berdasarkan penjualan dan juga pengunjung.

Sayangnya, kebiasaan ini membuat perhitungan tersebut menjadi sia-sia dan tidak pas karena pengunjung mempergunakan trolley belanja bukan sesuai fungsinya.

fungsi lain trolley belanja di Supermarket atau hypermarket 2

Belum lagi kalau melihat bagaimana tidak pedulinya para orangtua ketika anak mereka meloncat-loncat di dalam trolley, atau membiarkannya duduk di dudukan kecil di dalam keranjang. Tidak terlihat ada usaha melarang para bocah melakukannya.

Padahal, trolley belanja tidak pernah didesain untuk mengangkut bobot anak-anak. Apalagi dudukan di dalam trolley yang sebenarnya untuk membawa barang-barang ringan dan kecil, tidak akan bisa menahan berat badan anak yang duduk disana. Hasilnya, tidak jarang ditemukan trolley yang rusak di bagian roda atau dudukan dalam.

Tentunya, untuk memperbaikinya butuh waktu, atau untuk menggantinya tidak tersedia budget. Kalaupun diganti, dengan pola pemakaian yang sama hasilnya pun tidak berbeda.

Belum ditambah dengan kebiasaan buruk lainnya, membawa trolley belanja keluar area yang diperbolehkan, seperti area parkir. Hal ini menyebabkan rotasi atau perputaran ketersediaannya terlalu lama.

Jadi, tidak selalu masalah kurangnya trolley belanja di supermarket disebabkan karena pengelola tidak menyediakannya dalam jumlah cukup. Seringkali hal itu terjadi karena perilaku tidak efisien, penyalahgunaan fungsi, dan ketidakpedulian yang ada di dalam masyarakat yang merupakan penyebabnya.

Pemecahannya hanya satu karena sebenarnya sederhana saja, ketika belanja tidak banyak, pergunakan keranjang belanja dan jangan ambil trolley. Biarkan pengunjung yang memerlukan yang memakainya.

Bagaimana dengan anak? Bukankah banyak supermarket sudah menyediakan trolley belanja yang ditambah dengan mobil-mobilan khusus anak-anak, pergunakan itu. Kalau sudah cukup besar, ajarkan berjalan dan membantu, bukan dimasukkan ke dalam trolley.

Sesederhana itu saja dan bisa menghindarkan orang lain dari kesulitan karena trolley belanja-nya kita pakai untuk sesuatu yang bukan tujuannya disediakan.

LEAVE A REPLY