Bangunan Bertingkat di Bogor akan semakin bertambah banyak a1

Inginnya sih, sama seperti keinginan banyak warga Bogor lainnya, tidak ada lagi pembangunan gedung bertingkat di Kota Bogor. Sudah cukup lah yang ada dan tidak perlu ada lagi penambahan gedung-gedung berlantai lebih dari 3 di kota hujan.

Itu keinginan yah. Bahkan, mungkin dengan situasi sekarang ini bisa lebih tepat disebut mimpi.

Mimpi? Iya, karena hampir tidak mungkin menyetop kegiatan pembangunan bangunan bertingkat di kota yang dulu disebut Buitenzorg ini.

Bukan karena alasan apa-apa banyak warga Bogor yang seperti antipati terhadap kehadiran bangunan-bangunan yang menjulang ke langit. Tetapi, bangunan-bangunan seperti ini mengakibatkan beberapa perubahan yang tentunya membuat tidak nyaman, seperti :

  1. Hilangnya keindahan alam : Dulu, bahkan dari dalam Kota Bogor, sangatlah mudah melihat keasrian dan keindahan alam yang menyelimuti Kota Talas ini. Gunung Salak dapat dilihat bahkan dari Kampus IPB Baranangsiang, tetapi setelah dibangunnya Hotel Amaroossa, landskap yang begitu indah, tidak bisa lagi dinikmati oleh warga Bogor. Kehadiran bangunan beton tersebut menutupi pandangan.
  2. Kota Bogor tidak lagi Kota Taman : Kota Bogor di abad 19 dikembangkan sebagai sebuah Kota Taman yang berdasarkan pada konsep cetusan Sir Ebenezer Howard dari Inggris. Dalam konsep ini Bogor dikembangkan menjadi sebuah kota yang rapi dan nyaman bagi penghuninya dengan memperhatikan nilai estetika. Kehadiran berbagai bangunan bertingkat tinggi ini merubah citra Bogor sebagai kota Taman. Bogor sekarang lebih seperti kota metropolitan

Paling tidak dua alasan itulah, banyak warga Bogor yang seperti merasa kehilangan “sesuatu” dengan kehadiran beton-beton yang menjulang ke langit itu.

Sayangnya, dan alasan kenapa berharap pembangunan gedung bertingkat di kota ini dihentikan adalah hanya mimpi, adalah hal itu tidak bisa dielakkan.

Sangat tidak mungkin.

Situasi kehidupan di Kota Bogor sudah berubah jauh. Penduduknya tidak lagi puluhan ribu, dan bukan pula ratusan ribu. Jumlah orang yang menghuni kota yang pernah menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda ini sudah melebihi angka satu juga.

Kehidupan perekonomian pun sudah menyerupai kehidupan saudara besarnya di Utara, Jakarta. Semakin cepat dan pesat.

Kesemua itu membutuhkan lahan. Manusia butuh rumah, jalan, sekolah Bisnis akan memerlukan kantor. Para wisatawan membutuhkan hotel dan penginapan.

Lahan. Lahan. Lahan.

Bangunan Bertingkat di Bogor akan semakin bertambah banyak a2

Berbeda dengan makhluk hidup yang bisa berkembang biak, lahan, tanah tidak bisa. Luasnya akan selalu tetap.

Begitu juga dengan Kota Bogor. Luasnya yang hanya sekitar 128 Km Persegi setelah perluasan, tidak akan pernah bisa bertambah lagi.

Hal itu jelas akan menghadirkan masalah karena bisa dipastikan bahwa jumlah penduduk akan terus bertambah banyak setiap tahunnya. Grafik penjualan mobil juga tidak pernah surut, belum ditambah sepeda motor. Bisnis pun harus terus berkembang kalau mau perkonomian di Kota Bogor tetap bisa menunjang kesejahteraan warganya.

Jadi, hanya ada satu pilihan. Lahan horisontal sudah tidak tersedia, satu-satunya cara adalah “vertikal” alias membangun lebih banyak bangunan bertingkat agar kota ini bisa menampung lebih banyak lagi.

Tidak ada pilihan lain. Tidak mungkin mengusir orang-orang keluar dari kota Bogor karena hal itu bertentangan dengan hak asasi manusia untuk hidup dimanapun ia mau.

Itulah mengapa saya sebut mimpi. Karena, gedung beringkat adalah sebuah solusi dari dinamika kehidupan di kota hujan ini. Memang jelas ada yang dikorbankan, yaitu keindahan pemandangan, kesejukan udara dan banyak hal lagi yang dulu bisa dinikmati dengan mudah saat masih menjadi Kota Taman. Tetapi, hal itu tidak akan bisa dielakkan lagi.

Kota Bogor memang sudah berubah. Dan, warga Bogor harus bisa menerima kenyataan itu.

Tidak ada jalan lain.

4 COMMENTS

  1. Begitulah kehidupan yang berada ” Kota ” yach Pak….lambat laun pertumbuhan bangunan nan tinggi akan berjalan secara pasti.

    tapi……semakin banyak bangunan baru pasti akan membuat Bos LB semakin banyak materi tulisan,,,,dan tentunya kameranya akan semakin berguna.:)

    semakin banyak fhoto yang dijepret laluy dipublish…sdh tentu saya akan menikmatinya….serasa berada dikota Bogor. 🙂

    saya jadi penasaran,bagaimana sich pemandangan kota Bogor kalau di jepret diatas gedung yang ada di fhoto diatas……

    mmmm…kalau ada drone mungkin lebih mudah 🙂

    • Pengennya pake drone.. cuma mahal euuyy.. beli kamera aja kudu nyicil apalagi beli drone.. hahahaha..

      Yah itulah kota Bogor.. selamat datang di Kota Bogor versi saya ya Kang..:D

      • hahaha…..

        kalau saya datang ke tempat yang ada difhoto diatas dari Sumatera, harus melalui jalur mana Pak ?

        • Bisa lewat laut saja biar sekalian berenang… hahahaha… baru sambung naik Commuter Line dari Jakarta ke Bogor.

          Foto-foto dalam artikel ini berasal dari 3 tempat di Bogor, Lawang Salapan (sebelah Kebun Raya), Jalan Dadali (Gedung BPJS) dan Bogor Icon (Apartemen di Bukit Cimanggu City). Jadi harus mau muter-muter lewat berbagai jalur kalau mau ke semua lokasi..:P

LEAVE A REPLY