Tidak terbayang sebelumnya kalau stasiun kecil di wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor ini akan berubah wajah menjadi semakin mirip stasiun kereta di luar negeri. Tetapi, itulah kenyataannya.

Mulai bulan September tahun 2017 ini, satu lagi fasilitas mulai dioperasikan di Stasiun Cilebut. Fasilitas itu dalam bentuk sebuah underpass/terowongan penumpang.

SEKARANG STASIUN CILEBUT PUNYA UNDERPASS TEROWONGAN UNTUK PENUMPANG YANG KEREN 01

Stasiun Cilebut, walau dalam kategori PT KAI disebut stasiun besar Cilebut sebenarnya kecil. Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta dan dua peron memanjang mengikuti rel untuk turun naik penumpang. Satu beratap dan satu lagi tanpa atap, hingga terkadang di kala hujan turun, penumpang harus mengeluarkan payung atau basah.

Lihat situasinya di tulisan Sedia Payung Sebelum Naik Commuter Line.

Menanti Di Bawah Hujan
Stasiun Cilebut, 2016

Lebih jauh lagi, para penumpang untuk menuju salah satu peron tersebut harus menyeberangi rel atau jalur kereta. Sesuatu yang sebenarnya tidak memenuhi standar keselamatan mengingat frekuensi perjalanan Commuter Line terus menerus ditambah.

Meski PT KCJ (Kereta Commuter Jabodetabek) sudah menempatkan banyak Petugas Keamanan Dalam untuk mengawasi, tetap saja ada resiko terjadi kelalaian. Apalagi jika sang penumpangnya terburu-buru dan tidak memperhatikan kedatangan si ulat besi.

Bisa berbahaya sekali.

Nah, sejak beberapa hari yang lalu, hal itu tidak perlu lagi dikhawatirkan. Terowongan untuk penumpang berpindah peron sudah selesai. Sekarang para penumpang tidak lagi dikeperkenankan untuk menyeberang rel ketika mau berpindah peron. Mereka harus melewati underpass untuk penumpang yang menghubungkan antar dua bagian Stasiun Cilebut.

SEKARANG STASIUN CILEBUT PUNYA UNDERPASS TEROWONGAN UNTUK PENUMPANG YANG KEREN 03

Keren bro dan sis.

Dindingnya dilengkapi dengan keramik dan bukan sekedar beton atau semen. Lantainya pun demikian mengkilat.

Tetapi, yang pasti, dengan adanya underpass/terowongan ini, penumpang tidak lagi perlu terburu-buru takut basah karena kehujanan. Begitu juga faktor keselamatan yang jelas lebih terjamin dibandingkan harus menyeberang melalui rel kereta.

Soal penerangan di kala malam pun bukan lah sebuah masalah karena di sepanjang terowongan dilengkapi dengan lampu yang menyala terang. Soal keamanan, dengan metode stasiun tertutup bagi selain penumpang dan banyaknya petugas, tentunya terjamin.

SEKARANG STASIUN CILEBUT PUNYA UNDERPASS TEROWONGAN UNTUK PENUMPANG YANG KEREN 02

Satu-satunya yang masih mengganjal adalah mengenai fasilitas untuk kaum disabilitas dan orangtua.

Tidak ada jalur yang bisa dipergunakan untuk kursi roda. Juga beberapa kali terlihat kaum lansia agak kerepotan untuk naik dan turun tangga yang lumayan banyak anak tangganya itu.

Untungnya, ternyata para petugas pun fleksibel dan sigap menangani kasus seperti ini. Mereka dengan sigap akan membantu menyeberangkan para lansia melalui jalur biasa dan tidak melewati terowongan sambil tetap berwaspada terhadap kedatangan kereta.

SEKARANG STASIUN CILEBUT PUNYA UNDERPASS TEROWONGAN UNTUK PENUMPANG YANG KEREN a1

Kehadiran underpass/terowongan ini pun dilengkapi dengan selesainya peron ketiga yang menggantikan peron tengah sebagai tempat penumpang menunggu. Peron ketiga ini dilengkapi dengan kanopi sehingga penumpang tidak perlu takut kebasahan kalau hujan turun.

Masih jauh dari sempurna dan akan tetap memerlukan berbagai perbaikan dan penambahan fasilitas lagi. Meskipun demikian, tetap saja, pujian harus diberikan kepada PT KCJ dan KAI yang terus mengembangkan diri dan memperbaiki layanan mereka.

Sikap yang terus menimbulkan kepercayaan dari para penggunanya dan pada akhirnya akan mendorong masyarakat untuk menggunakan angkutan umum dibandingkan kendaraan pribadi.

Jempol!

2 COMMENTS

  1. Akhirnya bisa diklik juga judulnya…sebab siang tadi artikenya cuma muncul bayangan buram saja Pak….

    Wah….wah…pembenahan yang luar biasa oleh PT.KAI……Saluttttt !! apalagi ada kipas angin didalamnya….lumayan pengusir keringat…hehe.

    Salut juga kepada Pak Anton yang gencar2nya mempromosikan CL melalui tulisannya, dengan begitu bisa menjadi info yg bermanfaat bagi kami orang luar daerah Bogor.

    mmmm…sayang Pak Anton tdk hobi Selfie……..

    Ohy bagaimana kbr lomba fhoto yang diadakan oleh PT.KAI kmaren Pak…. ? beruntungkah.. ?

    • O ya.. waduh saya tidak memperhatikan tuh.

      Memang keren perkembangan di dunia KRL Indonesia. Banyak sekali kemajuannya. Saya hanya menceritakan apa yang saya lihat saja. Tidak ada yang istimewa.

      Hahahaha… hemm… karena saya tidak melihat kegunaan selfie.

      Saya masih perlu banyak belajar kalau memang mau mengikuti lomba foto. Masih banyak hal yang harus dibenahi dan diperbaiki

LEAVE A REPLY