Tidak jelas nama sebenarnya apa. Ada yang menyebut Setapak Berkerikil. Ada juga yang menyebutnya Setapak Pijat Refleksi.

Yang pasti , cukup banyak orang setiap akhir pekan akan mengunjungi sisi Utara lapangan Sempur. Disana ada sebuah bidang kecil panjang sekitar 10 meter dengan lebar sekitar 2 1/2 Meter. Mirip dengan jalan setapak.

Bedanya, kalau jalan setapak dibuat mulus dan enak dilalui, bidang kecil ini justru sebaliknya. Permukaannya dibuat tidak rata karena dibuat dari ribuan batu dengan permukaan bulat menonjol, bukan dari semen.

setapak berkerikil setapak pijat refleksi

Di Setapak Berkerikil ini, biasanya pengunjung akan melepaskan alas kakinya dan berjalan hilir mudik, bolak balik.

Rasanya?

Bagi yang tidak terbiasa, tidak enak. Sakit dan sering membuat meringis. Apalagi kalau memang sedang dalam kondisi tidak enak badan, berjalan di atas Setapak Pijat Refleksi ini bisa membuat ringisan tambah lebar.

Hanya, biasanya setelah selesai bolak-balik 2-3 kali, dan kemudian keluar dari sana, akan terasa “enak sekali”. Aliran darah terasa mengalir lebih lancar.

setapak berkerikil - setapak pijat refleksi 2

Memang, ada alasan mengapa tempat ini disebut Setapak Pijat Refleksi. Batu-batu berujung tumpul yang menjadi permukaannya berfungsi sebagai penekan telapak kaki, mirip seperti yang dilakukan pemijat refleksi.

Sudah umum diketahui kalau di telapak kaki itu terdapat banyak sekali syaraf yang berhubungan dengan organ-organ tubuh lainnya. Berjalan di atas permukaan yang tidak rata, berdasarkan banyak penelitian dapat membantu menyehatkan organ dalam dan memperlancar aliran darah, karena syaraf-syaraf tersebut seperti dipijat.

Nah, karena itulah setiap akhir pekan, banyak pengunjung Sempur yang akan berkerumun di sisi Utara lapangan Sempur. Mereka ingin merasakan sedikit “sensasi” Pijat Refleksi disana.

Meskipun tentunya harus juga bersabar karena kalau sedang ramai, untuk berjalan satu dua meter saja harus bergantian. Maklum, banyak orang yang ingin merasakan hal yang sama.

Sudah pernah coba? Saya sudah dan memang membuat meringis, tetapi setelah turun dari sana, rasanya “enak”.

Coba saja sendiri.

2 COMMENTS

  1. Asik ya pak sambil jalan-jalan bisa refleksi kali, kalo saya paling satu kali balik udah gak tahan sama kerikilnya.

    Tapi maaf, yang foto pertama jalan setapaknya bahenol juga. he.he.he #Dasar mata lelaki

    • Maklum saya pan anak kampung. Jadi biasa jalan kaki tanpa alas kaki.

      Soal foto, eta mah ga sengaja, soalnya saya butuh obyek dan kebetulan posisinya pas banget. 😀

LEAVE A REPLY