Situ Burung
Terus terang kalau melewati Situ Burung, rasanya seperti terbawa kembali ke masa dimana Bogor belum lah sesibuk sekarang. Nuansa alam pedesaan dengan pepohonan yang rindang disana sini membuat perasaan terasa tenang dan damai. Apalagi melihat teduh dan tenangnya air di permukaan situ tersebut.

O ya, Situ Burung atau Danau Burung (Situ = Danau kecil) adalah nama sebuah kawasan resapan air di belakang kampus Institut Pertanian Bogor Dramaga. Danau kecil ini terletak di desa Cikarawang, Kabupaten Bogor.

Tempatnya memang tersembunyi dan jauh dari keruwetan jalan Dramaga. Untuk menuju ke arah sinipun belum ada angkutan umum dengan trayek ke arah Situ Burung ini.

Warga masyarakat di sekitar kawasan ini masih berprofesi layaknya masyarakat pedesaan di masa lalu, yaitu sebagai petani dan pedagang. Mereka menjual hasil kebun dari tanah mereka di sekitar situ ini ke Bogor. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa suasana pedesaan masih sangat kental terasa.

Asal nama dan fungsi Situ Burung

Situ BurungDanau kecil ini berfungsi seperti juga kebanyakan situ di Bogor, yaitu sebagai kawasan resapan air. Luasnya tidak seberapa luas.

Kehadirannya sudah ditemukan sejak masa kolonial Belanda. Bahkan, konon menurut cerita, nama Situ Burung sendiri diberikan oleh orang Belanda di masa itu. Nama itu diambil karena lokasi ini kebetulan sering disinggahi oleh berbagai jenis burung.

Oleh karena itulah danau kecil ini kemudian diberi nama Situ Burung.

Selain fungsinya sebagai cadangan penyimpan air, Situ Burung merupakan sumber bagi pengairan berbagai persawahan di kawasan sekitarnya.

Banyak sawah dan ladang yang tergantung pada kesediaan air di danau kecil ini.

——–

Situ BurungMelihat suasana sekitarnya yang cukup mempesona, tempat ini memiliki potensi untuk menjadi sebuah kawasan wisata. Saudaranya yang berlokasi tidak jauh, yaitu Situ Gede sudah menjadi kawasan tujuan wisata domestik.

Mungkin bisa disebut beruntung, atau tidak bahwa tempat ini belum dijadikan sasaran kunjungan turis. Suasana tenang, damai dan tenteram masih bisa dinikmati. Kalau sudah tersentuh oleh komersialisme, seringkali suasananya akan berubah jauh dan tidak pernah lagi akan tenang.

Meskipun belum memberikan pemasukan dari kunjungan wisatawan, Situ Burung sudah memberikan peluang untuk mendapatkan penghasilan bagi warga sekitar.

Sebagian sisi danau tersebut sudah dipergunakan sebagai lahan untuk tambak ikan. Beberapa tambak tradisional dengan menggunakan jala pembatas terlihat di beberapa bagiannya.

Situ Burung juga sering dikunjungi oleh para penggemar memancing untuk melakukan hobinya disana.

Hingga saat ini untuk menuju ke arah Situ Burung, lebih mudah menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor. Bila anda ingin melihat suasana pedesaan di sekitar Situ Burung, bisa juga anda menggunakan angkot no 15 Merah jurusan SindangBarang Jero. Hanya saja, karena bukanlah merupakan trayek umumnya, maka anda mungkin kesulitan ketika hendak meninggalkan lokasi.

 

LEAVE A REPLY