taman topi bogor
Salah satu bangunan di Taman Topi atau Plaza Kapten Muslihat Bogor

Bila anda memutuskan untuk berjalan kaki dari Stasiun Bogor menuju Kebun Raya, anda akan menemukan sebuah taman yang penuh dengan “topi” disisi kiri anda. Betul ! Penuh dengan “topi” karena memang tempat tersebut dikenal sebagai Taman Topi .

Pemandangan “topi koboi” atau “helm” raksasa berjejer adalah hal yang terlihat di tempat itu dari jalan Kapten Muslihat Bogor. Bagian bawahnya agak terhalang oleh pagar tanaman perdu yang terpangkas rapi.

Tentu tidak ada raksasa sedang jongkok sambil mengenakan topi atau helm tersebut. Bagian bawahnya adalah bangunan toko atau tempat usaha.

Memang Taman Topi bisa dikata bukan merupakan taman murni. Sebagian besar area di tempat tersebut dialokasikan untuk berbagai kegiatan usaha. Sebagian lainnya untuk parkir dan baru sisanya dipakai untuk pepohonan.

Area ini memang dibangun sesuai dengan nama aslinya yaitu sebuah “Plaza”. Nama asli Taman Topi adalah Plaza Kapten Muslihat.

Mungkin yang terbayang di benak anda dewasa ini bila mendengar kata Plaza adalah sebuah bangunan bertingkat khas perbelanjaan modern. Hanya saja konsep tempat ini mengacu pada arti lain, yaitu sebuah tempat berkumpul, lapangan atau alun-alun.

Hal tersebut tidak bisa terlepas dari konsep awal asal mula tempat tersebut di masa lalu. Ide awal taman ini tidak bisa dilepaskan dari asal mula lokasi tersebut.

stasiun Bogor
Bangunan lama Stasiun Bogor dengan tahun berdiri terlihat

Sekilas sejarah Taman Topi

Kita coba melakukan sedikit “flash back” atau kilas balik . Agak jauh rentang waktu yang harus dijangkau , sekitar 133 tahun yang lalu (tahun ini 2015).

Tepatnya masa yang kita harus tuju adalah tahun 1882. Tahun tersebut, kalau menurut berbagai literatur adalah satu tahun setelah Stasiun Kereta Bogor berdiri.

Pada masa tersebut  pemerintah Belanda mendirikan berbagai sarana penunjang di sekitar stasiun. Yang satu berbentuk jalan yang berada tepat di depan bangunan stasiun dan diberi nama Station Weg (jalan Stasiun). Yang lainnya berbentuk sebuah taman.

Belum ! Namanya bukan Taman Topi dan bentuknya belum seperti saat ini. Nama yang diberikan saat itu mengambil nama Ratu Belanda pada tahun 1890-1948 tersebut yaitu Wilhelmina Park (saat itu belum menjadi ratu)

Taman ini sebenarnya agak panjang. Kalau dilihat dari lokasi sekarang, Wilhelmina Park memanjang dari toko Matahari sampai dengan Toserba Borobudur di sebelah Pasar Anyar.

Taman tersebut ditujukan sebagai tempat wisata bagi pendatang dari Eropa. Noni-noni Belanda sering memanfaatkan taman ini untuk berwisata.

Agak loncat sedikit untuk menghemat ruang tulis. Setelah kemerdekaan Indonesia, di tahun 1960-an taman Wilhelmina mengalami perombakan.

Taman Topi Bogor
Suasana di Taman Topi

Sebagian yang berdekatan dengan pasar tersebut dijadikan sebagai area perluasan. Sisanya masih berupa taman dan dikenal sebagai Taman Kebon Kembang (sinonim dari “taman”)

Hingga di tahun 1980-an, Taman Kebon Kembang mengalami perubahan lagi. Sebagian areanya dipakai sebagai Taman Ria Ade Irma Suryani.

Tak lama berselang, karena letaknya yang sangat strategi sebagian dari Taman Ria inipun dialih fungsikan. Sebagian lahan ini dijadikan terminal angkot. Hingga pada tahun 1994 terminal angkot tersebut dipindahkan dan bekas terminal dijadikan sebagai sebuah tempat rekreasi.

Tempat rekreasi inilah yang sekarang dikenal sebagai Taman Topi seperti sekarang. (Nah sampai juga di masa kini).

——–

Maaf ! Tidak seharusnya saya menyebut dengan sebutan demikian. Tempat ini memiliki nama resmi yaitu Plaza Kapten Muslihat seperti disebut di atas. Nama tersebut adalah nama seorang pejuang Kemerdekaan Indonesia dari Bogor Tubagus Muslihat. Ia berpangkat Kapten pada saat gugur tertembak.

Hanya saja karena bentuk bangunannya memakai atap berbentuk penutup kepala maka masyarakat Bogor lebih mengenalnya dengan sebutan Taman Topi. Nama ini lebih tenar dan populer dibandingkan dengan nama resminya.

Jadi bila anda menanyakan arah pada warga Bogor, jangan bertanya dimana Plaza Kapten Muslihat karena masih banyak warga Bogor yang tidak tahu nama sebenarnya. Sebut saja Taman Topi maka mereka akan menunjukkan arah.

Taman Topi Bogor
Patung Kapten Muslihat di Taman Topi

Apa yang ada di Taman Topi?

Memang pada masa sebelum menjamurnya mall dan tempat pertokoan modern seperti saat ini, tempat ini adalah sebuah tempat wisata bagi warga Bogor. Apalagi letaknya bersebelahan dengan Taman Ria Ade Irma Suryani.

Hanya saja kalau dilihat dari kacamata masa kini, Taman Topi adalah sebuah tempat yang sederhana. Tidak banyak hal yang bisa dilihat atau dinikmati.

Justru saat ini tempat ini lebih banyak dijadikan tempat usaha. Jenis usaha yang ada disini pun bermacam-macam mulai dari kursus bahasa Inggris, dokter, tempat fotokopi dan juga pujasera. Terdapat gerai California Fried Chicken di bagian tengahnya.

Di sisi Selatan terdapat pintu masuk ke taman ria.

Meskipun sederhana, tempat ini masih sesuai dengan ide awalnya yaitu sebuah tempat berkumpul. Di siang hari banyak orang yang memanfaatkan tempat ini untuk kongkow atau sekedar beristirahat.

Suasananya memang cukup teduh mengingat di bagian dalamnya terdapat cukup banyak pepohonan.

Hanya saja bila anda mengharapkan sesuatu yang istimewa khas masa kini, anda tidak akan menemukannya di Taman Topi.

——-

Cara menuju ke Taman Topi

Taman Topi Bogor
Salah satu bangunan di dalam Taman Topi Bogor

– Dari Stasiun Kereta Bogor

  Setelah anda keluar dari stasiun, tidak perlu naik angkot. Cukup menyusuri trotoar yang ada di sebelah kiri. Ikuti trotoar ini dan Taman Topi akan berada di sebelah kiri anda. Patokannya berada tepat di depan Toko Matahari

– Dari Terminal Baranangsiang

  Anda bisa memakai angkot no 03 Merah dan berhenti tepat di depan Taman Topi

– Dari arah Warung Jambu

  Kalau anda naik angkot no 08 Merah, anda bisa berhenti di Air Mancur dan ganti angkot no 07 Merah yang akan melewati jalan Kapten Muslihat tepat di depan Taman Topi

  Bisa juga anda turun di Pasar Anyar dan berjalan kaki. Jaraknya sekitar 400-500 Meter.

2 COMMENTS

  1. nice post. ..

    Di rangkum dengan padat dan jelas ..
    Hatur nuhun Kang untuk pencerahannya.

LEAVE A REPLY