Pembeli Sayur Bogor
Jalan Merdeka, 2016

Iya, memang orang Bogor ramah, bahkan ketika mereka sadar lensa kamera diarahkan kepada dirinya.

Terus terang, sebelum ini, saya merasa khawatir bin takut untuk melakukan tehnik memotret ala Eric Kim (salah seorang fotografer jalanan yang mendunia). Pria berusia 27-28 tahun asal Amerika Serikat berdarah Korea ini terkenal dengan tehnik fotografinya yang memotret obyek dari jarak dekat.

Biasanya ia mengambil gambar atau foto “mangsanya” dari jarak kurang dari 1.5-2 meter saja.

Untuk menirunya, mau tidak mau membutuhkan keberanian tersendiri. Berada pada jarak sedemikian dekat dengan obyek, bisa diartikan oleh mereka sebagai mengganggu privasi. Sesuatu yang bisa berujung tidak menyenangkan.

Oleh karena itulah, maka ada motto dalam fotografi jalanan “80% Keberanian dan 20% Tehnik”. Tidak mudah mengambil foto dengan kekhawatiran akan adanya respon negatif dari sang mereka yang dijadikan sebagai sasaran kamera.

Pada kenyataannya. Semua rasa khawatir tersebut tidak terbukti.

Setelah memaksakan diri untuk mencoba di beberapa tempat di Kota Bogor, tidak ada hal-hal yang seperti yang ditakutkan. Tidak ada yang marah. Tidak ada yang merespon negatif.

Bahkan, banyak senyuman didapat. Memang, banyak lirikan heran yang mampir melihat ulah yang dianggap tidak biasa. Biasanya orang membawa kamera akan memotret pemandangan yang indah dan unik, tetapi kali ini mereka menemukan ada orang memotret hal-hal yang biasa saja.

Tetapi mereka tidak mempermasalahkan lebih jauh. Ada juga yang bahkan tersenyum dan terlihat senang ketika kamera terarah ke mereka. Beberapa bertanya dari “koran” mana ?

Tukang Becak Di Bogor
Jalan Merdeka, 2016

Ada juga yang bahkan bercanda minta dipotret, yang dengan senang hati dipenuhi oleh saya.

Tentu, tetap saja, saya harus berpegang pada prinsip “Orang Itu Berbeda”. Kali ini, saya mungkin beruntung bertemu dengan orang-orang yang ramah. Bisa jadi, di lain waktu dan di lain tempat, saya bertemu orang-orang yang tidak seramah yang sudah ditemui.

Hanya, apa yang ditemui sejauh ini sangat membesarkan semangat untuk terus merekam kehidupan di ruang publik Kota Hujan ini. Mendapatkan sambutan ramah, senyuman, walau terlihat kadang sedikit heran, sangatlah menyenangkan.

Kekhawatiran yang sebelumnya ada sedikit demi sedikit hilang. Karena setidaknya apa yang ditemui sejauh ini mengatakan bahwa orang Bogor itu ramah.

Apakah ramah karena saya berhasil berkomunikasi dengan baik ataukah menduga saya seorang wartawan bukanlah sebuah masalah. Yang terpenting, saya bisa mendapatkan beberapa senyuman untuk diabadikan.

Orang Bogor Ramah
Bundaran Taman Yasmin, 2016

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.