Raksasa sepertinya berlebihan. Sepertinya lho. Tetapi, jika dibandingkan huruf-huruf yang dipakai saat menulis atau cetakan printer, yang ukurannya di bawah 0.5 cm perhuruf, huruf-huruf SEMPUR ini memang harus dianggap “giant” alias raksasa.

Ke-6 huruf yang membentuk kata SEMPUR tersebut berukuran lebih tinggi dari manusia. Bisa mencapai 2 kali lipat dan itu berarti memiliki tinggi sekitar 3 meter lebih. Ratusan kali lipat daripada huruf-huruf pada lembaran koran.

Cukup bahas ukurannya.

Tulisan SEMPUR raksasa ini sebenarnya bukan barang aneh. Sudah menjadi sebuah tren, bukan hanya di Bogor tetapi juga di berbagai belahan Nusantara lainnya untuk menaruh huruf-huruf berukuran abnormal, alias tidak biasa, besar sekali di sebuah lokasi yang menjadi ciri khas sebuah daerah. Salah satunya di area alun-alun atau pantai.

Lapangan Sempur sendiri sejak masa dulu memang dikenal sebagai alun-alun-nya Bogor. Tempat ini akan selalu menjadi sasaran kunjungan ribuan orang, baik untuk berolahraga, sekedar nongkrong, atau berjalan-jalan. Setiap akhir pekan sudah hampir pasti akan disemuti ribuan orang yang bahkan pada akhirnya menyebabkan para warga yang tinggal di wilayah tersebut merasa gerah.

Nah, salah satu bagian dari lapangan tersebut yang paling diminati oleh pengunjung, selain Taman Kaulinan dan Taman Ekspresi, adalah deretan 6 buah huruf raksasa tadi. Biasanya yang mendekati area huruf ini akan membekali diri dengan kamera, smartphone dan tentunya tongsis.

Memang, huruf-huruf SEMPUR raksasa ini sangat bagus sekali untuk dijadikan background sebuah foto. Bukan hanya bagi pengunjung dari luar kota saja tetapi warga Bogor pun seperti tidak bosan berpose di depan tulisan ini.

Tidak percaya? Silakan lihat saja beberapa foto ini.

huruf-huruf sempur raksasa yang fotogenik dan bagus menjadi latar belakang foto 3tulisan sempur yang fotogenik dan bagus menjadi latar belakang foto

Asal tahu “waktu pemotretan” dan sudut pengambilan fotonya, tulisan SEMPUR ini bisa memberikan latar belakang yang unik bagi sebuah foto.

Kata waktu pemotretan diberi tanda kutip karena memang penentunya. Selain karena waktu yang pas bisa memberikan tambahan latar belakang langit biru dan hijaunya pepohonan, juga karena satu alasan lain.

Lihat foto ini untuk melihat alasannya.

Nah, itulah suasana di depan huruf-huruf Sempur raksasa di Sabtu atau Minggu pagi.

Sudah pasti akan sulit menghasilkan foto yang enak dilihat dengan situasi seperti itu.Bahkan, untuk memotret saja sulit karena sering tersenggol orang yang berlalu lalang.

Jadi, kalau memang berniat berfoto di depan tulisan SEMPUR raksasa itu, ada bagusnya datang sebelum jam 6.00 pagi.

Selain karena saat itu masih sepi dan hanya akan ada beberapa pelari saja, lampu-lampu masih menyala dan akan memberikan suasana romantis bagi fotonya. Atau hari biasa di kala semua orang sibuk di kantor atau sekolah.

Tidak percaya? Coba datang sendiri kesana dan buktikan.

3 COMMENTS

  1. kalau malam hari bagaimana sepi yach Pak….? kalau kata SEMPURnya diberi lampu hias yang kerlap kerlip mungkin lebih indah dimalam hari.

    namun lumayan ramai yach Pak ditempat itu kalau sabtu dan minggu….

    ngomong2 modelnya ngk ikut yach Pak.. ? 🙂

    • Malam hari kalau hari biasa yah lumayan sepi.. tapi kalau malam Sabtu atau Minggu tetap saja ramai dengan mereka-mereka yang nongkrong.

      Nggak.. biasanya kalau hunting foto pagi seperti itu, saya ga bawa pasukan. Modelnya bisa ngomel-ngomel sama saya dan hasilnya saya nggak dimasakin seminggu kan gaswat

LEAVE A REPLY