Jalan RE Martadinata BogorJalan RE Martadinata Bogor sudah cukup sering menjadi bahan berita, terutama bagi beberapa media berita di Kota Bogor. Salah satu bagiannya terkenal sebagai spot “Neraka” bagi para pengendara.

Banyak sekali keluhan dari para pengguna. Gerutuan pengendara yang terjebak kemacetan selama 1-1.5 jam di jalan ini adalah inti dari banyak berita terkait jalan ini.

Memang kalau tidak mengetahui seberapa panjang jalan ini sulit dibayangkan betapa menyebalkan situasinya. Mungkin sedikit cerita tentang itu akan bisa memberikan gambaran perasaan para pengendara mobil atau motor yang terjebak kemacetan itu.

Dimana Jalan RE Martadinata?

Jalan RE Martadinata BogorJalan RE Martadinata adalah jalan sepanjang kurang lebih 1000-1200 meter saja. Tidak panjang bukan? Lebarnya kurang lebih 7 meter saja yang dipergunakan untuk 2 jalur. Lokasinya berada di Bogor Tengah.

Titik awalnya ada di depan Taman Air Mancur (silakan lihat Taman Air Mancur untuk tahu lokasi taman ini). Ujung lainnya ada di pertemuan dengan Jalan Merdeka dan Jalan Tentara Pelajar.

Akses jalan ini penting bila Anda hendak menuju ke arah Cimanggu atau Pondok Rumput yang merupakan kawaasan perumahan di Kota Bogor.

Apa Yang Bisa Ditemukan di Jalan RE Martadinata?

Jalan RE Martadinata BogorKalau pertanyaannya terkait dengan kata “wisata” atau “kuliner”, maka jawabannya adalah hampir tidak ada.

Kawasan di sekitar jalan ini adalah kawasan perumahan dan bukan lokasi usaha. Meski belakangan beberapa usaha kuliner sudah berdiri, tetapi tidak ada yang bisa dikatakan terlalu spesial kalau mengacu pada wisata dan kuliner.

Tetapi karena jalan ini bisa dijadikan jalan pintas dari arah Barat Kota Bogor ke bagian Utara, maka jalan ini sering dipergunakan oleh banyak pengendara.

Meskipun demikian ada beberapa yang bisa dicatat ada di Jalan RE Martadinata ini. Tempat-tempat tersebut adalah

  • Kedai Air Mantjoer : nama sebuah tempat kuliner yang berada di ujung Timur dari jalan ini. Satu dari sedikit usaha kuliner yang ada. Rumah makan ini memanfaatkan sebuah bangunan bergaya lama
  • Balai Besar Penelitian Veteriner : sebuah Cagar Budaya Kota Bogor yang dibangun lebih dari seabad lalu. Tempat ini dibangun di masa pendudukan Belanda sebagai sebuah tempat untuk meneliti berbagai hal tentang peternakan
  • Perumahan Ciwaringin : sebuah perumahan dimana masih tersisa sedikit bangunan bergaya masa lalu di Bogor
  • Komplek sekolah SD Negeri Dewi Sartika Bogor

Tidak banyak.

Waspadai Kemacetan

Bila Anda hendak melewati Jalan RE Martadinata, berhati-hati terhadap kemacetan. Jalan RE Martadinata dilintasi oleh rel kereta yang sangat aktif karena dilintasi sang Commuter Line hampir setiap 5 menit.

Jalan ini juga bersimpangan dengan Jalan Bubulak di titik yang sama dengan pintu perlintasan KA.

Jalan RE MartadinataAlhasil di pertigaan ini kemacetan adalah hal yang hampir selalu ada. Seberapa macet? seperti sudah disebutkan di atas 1-1.5 jam adalah waktu yang kadang harus dibuang hanya untuk melalui jalan yang tidak panjang ini.

Alasan kemacetan bisa dilihat di sini.

Jadi, kalau Anda melihat kemacetan dari Jalan Sudirman (biasanya terlihat), lebih baik hindari jalan ini. Kalau itu sudah terjadi bahkan untuk menempuh 200 meter hingga mencapai pinjtu perlintasan saja bisa memakan waktu 1 jam sendiri.

Pembuatan Fly Over untuk memperlancar arus kendaraan dan menghindari pintu perlintasan sudah direncanakan untuk mulai dibangun tahun ini, 2016. Sayangnya hingga saat ini belum ada terlihat tanda-tanda realisasinya.

Cara Menuju Jalan RE Martadinata

Dengan angkutan umum, bisa mempergunakan angkot no 12 Merah dari depan Stasiun Bogor. Angkot ini akan melalui jalan ini dari ujung ke ujung.

Kalau dari arah Warung Jambu bisa mempergunakan angkot 07 Merah karena jalurnya setelah pemberlakuan rute baru akan melalui jalan ini juga.

Kalau dengan kendaraan pribadi bisa diakses melalui Jalan Merdeka dan Jalan Sudirman.

6 COMMENTS

  1. Andri rafa alfarizky

    Tempat lahir saya itu pa..di ciwaringin nya.

    • Bener tuh.. yang ke arah Ciwaringin… sekarang dimana dik?

  2. Biar macet tapi masih banyak pohon besar, adem jadinya.
    Saya lupa pesan menu apa waktu itu, tapi karena sudah lapar, ya makanannya terasa enak-enak aja.

    • Hahahaha… iya mas memang adem…

      Wah perlu dicoba nih

  3. Saya pernah melewati jalan ini beberapa kali saat ada keperluan di salah satu ruko yang ada di jalan tersebut beberapa tahun silam. Pernah juga merasakan kemacetan di jalan ini waktu itu seperti kemacetan yang biasa saya temui di Jakarta. Selain itu, saya juga sempat makan di sebuah rumah makan yang berada di seberang Institut Veteriner.

    • Sampai sekarang masih begitu mas.. macer ­čśŐ

      Ooh rumah makan yang itu yah.. enak ga mas… saya malah lum pernah kesana

LEAVE A REPLY