Jembatan Merah Bogor
Jembatan Merah Bogor

Tidak kalah dengan Surabaya, Bogor pun memiliki sebuah jembatan yang sarat dengan kisah perjuangan di masa lalu. Namanya pun sama persis, yaitu JEMBATAN MERAH.

Bagi yang tidak mengenal Kota Bogor, sering mereka membayangkan sebuah jembatan lain dalam Kebun Raya Bogor . Kebetulan jembatan tersebut juga berwarna merah.

Bahkan bila Anda memasukkan kata kunci “Jembatan Merah Bogor” di kolom pencarian Google, maka artikel-artikel yang keluar kebanyakan adalah mengenai jembatan dalam Kebun Raya Bogor itu.

Padahal bila yang di dalam Kebun Raya, lebih tepat disebut Jembatan Pemutus Cinta, terkait mitos yang melekat padanya.

Untuk lebih lengkapnya silakan kunjungi Jembatan Pemutus Cinta – Mitos Atau Realita?

Jembatan Merah Bogor

Jembatan Merah Bogor
Tulisan Jembatan Di Atas Jembatan Merah

Jembatan Merah Bogor adalah sebuah jembatan yang menghubungkan Jalan Kapten Muslihat (depan Stasiun Bogor) dengan Jalan Veteran dan Jalan Merdeka.

Pada kedua sisinya terdapat huruf-huruf besar menyebutkan nama tempat penyeberangan tersebut. Di satu sisi tertulis JEMBATAN dan disisi lainnya MERAH.

Jembatan Merah Bogor
Tulisan Merah di Sisi Kiri Jembatan Merah

Konstruksi jembatan sepanjang 30 meter-an ini membentang di atas Sungai Cipakancilan. Lebarnya kurang lebih 15 meter.

Tidak panjang.

Sejarah Panjang Jembatan Merah

Yang panjang dari jembatan ini adalah umurnya dan sejarah yang disaksikannya.

Usianya sudah 134 tahun. Bangunan ini didirikan tahun 1881 pada saat yang bersamaan dengan berdirinya Stasiun Bogor.

Asal namanya berasal dari warna ketika jembatan ini didirikan. Bata yang dipergunakan berwarna merah, dari situlah namanya berasal.

Selain itu, jembatan ini pernah menyaksikan tumpahnya darah para pejuang Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Sama persis dengan kisah Jembatan Merah di Surabaya.

Pejuang-pejuang Indonesia memasuki Kota Bogor melalui jembatan ini untuk menyerang markas tentara Belanda yang ada di Jalan Bantammerweg (sekarang Jalan Kapten Muslihat).

Pertempuran terjadi pula di atas jembatan ini dan pejuang Indonesia banyak yang gugur dalam pertempuran.

Sejarah lucu pernah pula dialaminya. Pada masa orde baru dimana persaingan antar tiga partai politik yang ada, sempat membuat warna jembatan ini berubah berulang kali.

Jembatan Merah Bogor
Jembatan Merah Bogor

Sempat menjadi kuning, hijau, dan merah. Tiga warna yang mewakili partai-partai politik tersebut

Hanya namanya yang tidak berubah, Jembatan Merah. Jadi, warga Bogor pada saat itu sering geleng-geleng kepala karena menyebut kata merah untuk sebuah jembatan yang berwarna hijau dan kuning.

Hingga setelah runtuhnya rezim Orde Baru, warna jembatan dikembalikan ke asalnya, yaitu Merah. Warna yang terus dipertahankan hingga saat ini.

Sejak beberapa waktu lalu, jembatan ini diperindah dengan penambahan dua kata besar di masing-masing sisinya seperti yang bisa Anda lihat di foto.

Panjang Yang Lainnya…

Selain sejarahnya yang panjang, sepanjang usianya, Jembatan Merah memiliki sesuatu yang lain. Sesuatu yang tidak kalah panjangnya.

Hal tersebut adalah kemacetan.

Jembatan Merah Bogor
Kemacetan di Jembatan Merah Bogor

Lokasinya yang strategis dekat dan mengarah pusat Kota Bogor membuatnya sangat vital bagi aktifitas banyak warga Bogor.

Apalagi Stasiun Bogor terletak hanya sepelemparan batu darinya. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa jembatan ini akan selalu dipadati oleh kendaraan setiap harinya.

Foto di atas diambil pada hari Sabtu, dimana sebagian warga Bogor tidak bekerja. Bisa bayangkan panjangnya kemacetan di sekitarnya pada hari kerja.

Jembatan Merah Bogor
Kemacetan di Jembatan Merah Bogor

Jadi bukan hanya sejarah 134 tahun yang disaksikannya, tetapi juga kemacetan panjang masih dialaminya setiap hari.

Bila Anda ingin melihat jembatan legendaris ini, tinggalkan kendaraan Anda di tempat lain dan berjalan kakilah. Itu akan lebih menghemat waktu Anda.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.