Pasar Anyar adalah salah satu pasar tradisional yang masih tersisa di Bogor. Totalnya menurut data pemerintah kotamadya Bogor masih ada 7 pasar tradisional yang bertahan.

Didirikan pada tahun 1881 bersamaan dengan berdirinya stasiun Bogor, usia Pasar Anyar masih lebih muda dari Pasar Bogor yang merupakan pasar pertama di lingkungan kota hujan.

Nama itu sendiri saat ini diterjemahkan dalam dua versi, versi pemerintah dan versi masyarakat umum. Versi pemerintah tentang Pasar Anyar adalah sebuah bangunan sepanjang kurang lebih 150 M X 50 Meter dan berlantai tiga. Hal ini berbeda dengan apabila kata yang sama disampaikan kepada masyarakat umum karena area yang tergambar jauh lebih luas dari versi resminya.

Hal ini disebabkan banyaknya pedagang yang merambah ke berbagai jalan yang berada di sekitar pasar ini. Bahkan para pedagang bagaikan menduduki 100 M lebih Jalan Sawojajar dan Jalan MA Salmun yang sebenarnya bukan merupakan bagian dari Pasar Anyar. Jadi ketika seorang warga Bogor berkata ingin berbelanja ke “Pasar Anyar” tidak berarti dia akan memasuki bangunan pasar dan mungkin saja dia akan membeli di pedagang pinggir jalan.

Lokasi

 

Terletak di pertemuan lima buah jalan di kotamadya Bogor, yaitu Jalan MA Salmun , Jalan Dewi Sartika, Jalan Pengadilan dan Jalan Nyi Raja Permas dan Jalan Sawojajar. Sepertinya memang diatur sedemikian rupa agar memudahkan Pasar Anyar diakses dari berbagai penjuru Bogor mengingat jalan-jalan tersebut berasal dari berbagai arah kota Bogor

Pasar Anyar Bogor
Pedagang dan angkot di Jalan Sawojajar dekat Pasar Anyar Bogor

Bagaimana cara ke Pasar Anyar?

 

Pasar Anyar bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi (tentu saja) atau angkutan umum. Beberapa rute angkot di Bogor sebagai tujuan akhir dari trayek mereka. Angkot no 07 , 22 dan 16 Merah (angkot Kodya) dan angkot no 06 dan 16 Biru (angkot Kabupaten) . Dari arah Selatan ada angkot no 12 Merah (kodya) serta angkot no 03 Merah akan berbelok di jalan Gedong Sawah yang ada di depan ujung selatan Pasar Anyar.

Apa yang bisa dicari di Pasar Anyar?

Banyak! Maksudnya jenis barang yang diperdagangkan disini beraneka ragam. Hampir semua tersedia mulai dari jarum pentul sampai alat elektronik, 9 bahan kebutuhan pokok sampai dengan barang perhiasan emas, bahan baku kue sampai kue jadinya sendiri . Kalau memakai versi masyarakat umum tentang pasar Anyar maka onderdil mobil bisa dimasukkan dalam list barang yang diperdagangkan.

Anda juga bisa mencari kain dan pakain jadi disini. Bahkan ke depannya pasar ini direncanakan untuk menjadi sebuah pusat perdagangan tekstil di Bogor.

Pedagang-pedagang di Pasar Anyar (yang versi pemerintah) berada di dalam blok-blok bangunan. Blok-blok di sebelah Selatan saat ini difokuskan untuk perdagangan kain dan pakaian jadi. Basement adalah tempat bagi pedagang kebutuhan sehari-hari termasuk sayur mayur , ayam potong , kelontongan dan juga kue-kue kering. Di bagian belakang Pasar Anyar alias di pinggir lain jalan Nyi Raja Permas berderet toko grosir sepatu.

Pasar Anyar Bogor
Angkot ngetem di jalan Sawojajar dekat Pasar Anyar Bogor

Sekilas Pandang

Dalam usinya yang sudah melebihi 130 tahun ini, Pasar Anyar masih terus merupakan sebuah masalah tak terpecahkan. Sudah berulangkali walikota di Kodya Bogor berganti tetapi masalah yang berkaitan dengan pasar tua ini tetap saja menjadi warisan tetap bagi walikota berikutnya.

Permasalahan yang selalu berkaitan dengan tempat jual beli ini sangat klasik yaitu sampah, kemacetan, ketertiban.

Bukan sebuah hal langka kalau kita menemukan sampah atau tumpukan sampah berceceran di berbagai tempat. Menjaga kebersihan bukanlah moto yang dipakai disini. Bau menyengat juga sering mampir karena banyak sampah berasal dari sisa-sisa sayuran, buah atau bahan mentah lain yang tak terjual serta membusuk.

Kemacetan juga adalah pemandangan sehari-hari. Para supir angkot memanfaatkan pasar ini sebagai sebuah terminal bayangan tempat mereka ngetem. Apalagi ditambah dengan badan jalan yang dipakai untuk berjualan yang mencapai 1/3-nya . Situasi semakin runyam karena banyak badan jalan juga menjadi lahan parkir. Alhasil aliran kendaraan terhambat dan kemacetan tidak terhindarkan. Pasar ini menjadi sebuah bottleneck bagi lalu lintas.

Jangan ditanya soal ketertiban. Pasar Anyar seperti sebuah tempat dimana aturan tidak bisa menyentuh. Pemakaian badan jalan, parkir sembarangan hanyalah sebagian kecil dari berbagai ketidak-tertiban yang mudah dilihat. Uniknya pungutan retribusi tetap berjalan terhadap pedagang-pedagang yang berdagang di badan jalan .

Bukan berarti semua ini karena pemda Kodya Bogor tidak melakukan tindakan apa-apa. Hanya saja sering sekali tindakan yang diambil hanya bersifat kosmetik. Pasar tua ini sudah beberapa kali mengalami renovasi dan yang terakhir telah membuat penampilannya menjadi lebih cerah ceria. Masalahnya permasalahan di area ini justru bukan berada pada pasar aslinya. Titik berat permasalahan justru ada di sekelilingnya.

Pasar Anyar Bogor
Kios menutupi jalan MA Salmun di Pasar Anyar Bogor

Rencana terakhir untuk menjadikan Pasar Anyar sebagai pusat perdagangan tekstil di Bogor sudah dijalankan. Pembenahan dan penataan di dalam pasar aslinya sedang dilakukan. Hanya saja hal tersebut tidak menyentuh akar permasalahan yang ada selama ini. Akan sulit mengundang pembeli ketika akses menuju lokasi terhambat oleh hal-hal yang disebutkan di atas. Hal yang sama pernah terjadi pada Dewi Sartika Plaza yang terletak di sebelah bangunan pasar. Ujungnya banyak penyewa tempat di plaza ini (salah satunya bioskop 21) berpindah.

Entahlah apa rencana tersebut akan bisa menyelesaikan kompleksnya masalah yang berkutat di pasar tua ini. Ataukah… mungkin akhirnya masalah tersebut adalah piala bergilir yang akan diserahkan kepada walikota Bogor berikutnya.

Hanya waktu yang akan bisa menjawabnya.

4 COMMENTS

  1. Maaf perihal didirikannya Pasar Anyar pada 1881 yang bersamaan dengan Stasiun Bogor, referensi atau sumber sejarah apa yang anda gunakan dan adakah relasi yang sinkron?

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.