Lagi, Gunung Sampah Ditemukan Di Pinggir Sungai Bogor

Gunung sampah. Istilahnya memang agak berlebihan sih mengingat ketinggiannya hanya sekitar 16 meter saja dan belum mencapai ratusan meter. Mungkin tepatnya bukit sampah atau pulau sampah, seperti yang pernah digunakan berbagai media terhadap temuan sampah di Kalibaru, Cibinong, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

Apapun istilahnya, yang pasti temuan sampah yang ditemukan oleh salah seorang aktivis lingkungan, sekaligus pentolan di Komunitas Peduli Ciliwung asal Bogor, Suparno Jumar ini memang luar biasa banyaknya.

Apalagi, timbunan sampah itu ditemukan di bantaran sungai Ciliwung , tepatya di Desa Culebut Timur, Kabupaten Bogor.

Hal itu bisa terlihat pada postingannya, tertanggal 23 September 2019 alias baru-baru ini ditampilkan di akun Instagram @Suparnojumar.

View this post on Instagram

LAGI. Gunung sampah setinggi sekira 16m hampir saja berguguran ke sungai Ciliwung di desa Cilebut Timur, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor. . Sempat ngobrol dengan warga, titik ini sudah terjadi sepuluh tahun lalu. . Ketika musim panas seperti saat ini, sampah dibakar. Sementara pemukiman di sekitar terganggu asap hasil pembakaran sampah. Bila musim hujan, bau dan banyak lalatnya. . Ada solusi memecahkan persoalan sampah di Kabupaten Bogor? Pasti Ibu Bupati @ademunawarohyasin dan kita semua akan suka dengan solusi itu. . . #SampahKabupatenBogor #GunungSampah #TempatPembuanganSampah #SampahRumahTangga #SampahPlastik #PolusiUdara #RiverWarrior #RiverObserver #RiverDefender #CitizenJournalist #RiverRanger

A post shared by River Defender (@suparnojumar) on

Berdasarkan narasi video sepanjang lebih dari satu menit ini, dijelaskan, tumpukan sampah ini sudah ada disana sejak 10 tahun yang lalu dan tidak pernah dibersihkan. Kalaupun musim kemarau, tumpukan sampah hanya dibakar untuk mengurangi volumenya.

Mayoritas sampah merupakan sampah rumah tangga.

Sebuah pemandangan yang luar biasa “bagusnya”, sekaligus membuat miris hati, mengingat lokasi dimana bukit sampah itu ditemukan tidak jauh dari pusat kota Bogor.

Temuan baru dari Kang F. Joe (begitu panggilan anggota komunitas KPC) merupakan kali keberapa setelah beberapa waktu yang lalu menemukan pulau sampah di lokasi yang berdekatan.

Bukan sebuah hal baru karena memang, apa yang terlihat di Kali Baru dan membuat heboh media online hanyalah pucuk dari gunung es dari permasalahan sampah di Kota Hujan. Hanya sebagian kecil saja yang terungkap. Masih banyak lagi yang tersimpan dan terpendam tidak pernah terekspos oleh media.

Gunung sampah ini juga mencerminkan betapa rendahnya tingkat kesadaran lingkungan dari masyarakat yang tinggal di Bogor.

Mungkin, jika yang seperti ini bisa diekspos di media massa, maka akan ada tindakan yang bisa dilakukan pemerintah, baik Kota ataupun Kabupaten Bogor, baik untuk segera membersihkan atau melakukan tindakan pencegahan.

Catatan tersendiri untuk Kang Parno, begitu panggilan saya kepadanya. Salut untuk semua kegigihannya dalam memperjuangkan Ciliwung yang bersih.

Video ini diunggah tanggal 23 September 2019, hari Senin, tetapi dari pakaian yang dikenakannya, video ini diambil pada hari Sabtu, 21 September 2019, setelah kegiatan bebersih Ciliwung dalam rangka World Clean Up Day, Hari Bebersih Dunia.

Gunung Sampah Kembali Ditemukan Di Sungai Bogor 2Saat itu, ia bersama rekan-rekan lainnya (yang tidak banyak) dan dibantu dengan serombongan murid SMP dari Al Izhar Pondok Labu, membersihkan area DAS Ciliwung di Cilebut Timur, dekat perumahan Bumi Pertiwi I.

Sepertinya tidak ada capeknya Kang Parno ini memperjuangkan dan berusaha mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.

Sesuatu yang harus diacungi jempol. Indonesia butuh lebih banyak orang yang seperti ini untuk menjadi sebuah negara yang bersih.

Cukup yakin juga, jika ada 1000 orang saja seperti dia di Bogor, rasanya tidak akan ada yang namanya gunung sampah seperti itu. Berlebihan? Tidak. Karena sudah terbukti bahwa satu saja Suparno Jumar bisa mengajak puluhan bahkan ratusan orang setiap Sabtu mau turun ke sungai memunguti sampah. Kalau ada seribu, bisa dipastikan, akan lebih banyak orang yang tergerak untuk ikut serta.