“Unik” tidak sama dengan “mahal”. Tidak selamanya yang mahal itu sudah pasti unik dan tidak pasti sesuatu yang murah berarti tidak unik. Itulah prinsip siapapun yang harus diapakai siapapun yang ingin berwisata kuliner di Kota Bogor.

Banyak jajanan unik yang bisa ditemukan kalau mau keluar dari kotak pikiran unik harus terkenal dan mahal. Coba saja deh kalau tidak percaya jajanan yang bernama CILOR ini.

CILOR sendiri namanya aneh, jarang didengar dan sesuatu yang aneh dalam dunia marketing bisa menjadi poin yang menguntungkan karena akan menarik perhatian. Setidaknya perhatian saya dan tim Lovely Bogor untuk mencicipi kenyalnya CILOR di Car Free Day, atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jalan Sudirman Bogor.

Bukan “barang baru” sebenarnya karena penganan “kenyal” ini merupakan salah satu yang difavoritkan anak-anak dan remaja kota hujan. Cuma, baru minggu yang lalu kesempatan itu datang untuk merasakan.

Mencicipi kenyalnya cilor di cfd Bogor

Apa sih CILOR itu?

Cilor itu sebenarnya singkatan dari dua kata, yaitu ACI dan TELOR.

Aci adalah kata Sunda untuk sagu dan telor ya telur yang biasa dipergunakan untuk membuat telur dadar atau telur mata sapi saat sarapan.

Bentuknya?

Tergantung. Saat siap santap bentuknya kacau beliau mirip telur orak-orak. Tetapi, saat dimasak bentuknya mirip serabi, bulat dan tebal. Bentuknya sebelum siap santap ada di foto di atas.

Atau seperti di bawah ini.

Menikmati Kenyalnya CILOR di CAR FREE DAY BOGOR

Makanan ini, yang entah darimana asalnya, sangat sederhana cara memasaknya.

  1. Masukkan beberapa potong sagu yang sudah berbentuk jelly ke dalam penggorengan
  2. Tambahkan adonan telur dan terigu berbentuk cair
  3. Tunggu sampai mengental dan matang, warnanya kecoklatan
  4. Setelah matang dimasukkan ke dalam wadah dan diberi tambahan bumbu Royco (merek yang dipakai penjual yang saya beli) dan kemudian dikocok-kocok mirip seperti cara memasak telur orak arik

Dan, jadilah CILOR siap santap.

Menikmati Kenyalnya CILOR di CFD Bogor

Penjualnya biasanya memasukkan ke dalam plastik dan untuk memakannya diberikan tusuk gigi.

Rasanya?

Yah, kenyal. Pedas. Gurih. Maklumlah dengan adanya sagu di dalamnya, pasti kenyal dan agak lengket. Gurih berasal dari telurnya dan pedas dari bumbu kemasan yang dicampurkan.

Lumayan enak. Asal tidak kebanyakan saja karena bumbu kemasan biasanya mengandung MSG, jadi tidak boleh terlalu banyak.

Kenyalnya Cilor di CFD Bogor

Bukan jajanan kelas “atas” karena harganya hanya seribu sebuah. Tempatnya pun bukan restoran ber-AC yang nyaman karena CILOR biasanya didagangkan secara keliling. Entah nanti kalau sudah menjadi tren tersendiri.

Cuma, seperti sudah disebutkan di paragraf atas, kalau mau mencari yang unik, jalanan sering menyediakan jajanan yang unik dan tidak akan ditemukan di restoran.

Jadi, kalau memang berniat mencari sesuatu yang tidak biasa, mengapa harus ke rumah makan, susuri saka jalanan Kota Hujan ini, pasti akan menemukan sesuatu.

Cilor bukan hanya ada di Car Free Day saja. Setiap hari biasanya ada saja yang mangkal di dekat-dekat sekolah atau tempat dimana orang berkumpul. Jadi, mudah ditemukan.

Bagaimana? Mau coba kenyalnya CILOR? Unik LO!

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY