Banner molawindo

Mlipir Gaya Anak Muda ke Angkringan Semar Khas Jogja

Mlipir Gaya Anak Muda ke Angkringan Semar Khas Jogja Tanah Baru Bogor

Sayang, semalam Bogor hujan. Kalau saja air tidak turun dari langit semalam, perjalanan tadi malam ke Ankringan Semar Khas Jogja di Tanah Baru akan terasa lebih menyenangkan.

Tapi, meskipun tidak bisa maksimal, tetap saja tidak terhindarkan rasa senang bisa menikmati kembali makan malam bersama tim Lovely Bogor – keluarga di luar. Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, kami sekeluarga memang “sangat” mengurangi kegiatan di luar rumah yang tidak benar-benar perlu.

Termasuk dalam kategori ini adalah dine-out atau makan di luar bersama keluarga. Itulah juga mengapa blog Lovely Bogor seperti “kekurangan darah” selama satu tahun belakangan.

Angkringan Semar Khas Jogja

Tempat ini kami temukan setelah menyerahkan kemudi mobil kepada kru no 2, si Kribo. Ia tanpa menyebut nama mengarahkan kendaraan ke lokasi yang sebenarnya kurang umum bagi pecinta kuliner di Bogor, Tanah Baru.

Bagi penggemar duren, tempat ini akan menjadi sasaran yang menyenangkan mengingat pada musimnya, banyak sekali penjual duren berkualitas di pinggir jalan.

Namun, meski lokasinya hanya berjarak satu kilomerter dari salah satu pusat kuliner Kota Bogor, Jalan Pandu Raya atau resminya Jalan Achmad Adnawijaya, saya tidak pernah menyadari keberadaannya.

Ketika memasuki lokasi, saya merasa kedatangan kami dilakukan pada waktu yang salah. Kalau saja, kami datang saat hujan sedang tidak mengguyur Bogor, pastinya suasananya akan lebih semarak.

Saya sangat menyukai penataan di sana.

Lampu-lampu bergelantungan di atas meja dan kursi di area terbuka, pastinya akan sangat menyenangkan bisa makan di ruang terbuka sambil bercengkerama dengan kawan atau keluarga.

Sayangnya hal tersebut tidak bisa dilakukan karena area terbuka tersebut diguyur hujan lebat.

Pilihan satu-satunya dalam situasi demikian adalah area lesehan.

Area yang mungkin sebenarnya lebih disukai banyak pengunjung karena mirip dengan suasana di daerah asalnya, Yogyakarta atau Jogja. Di sana pengunjung bisa duduk bersila beralaskan tikar plastik dan menghadap ke meja kecil.

Mlipir Gaya Anak Muda ke Angkringan Semar Khas Jogja Tanah Baru Bogor 6

Makanan & Minuman

Murah.

Pertama itu yang harus kami katakan karena secara total, makan malam kami hanya menghabiskan 112 ribu rupiah untuk tiga orang alias rata-rata di bawah 40 ribu/orang.

Di kota wisata seperti Bogor, jumlah sebesar itu termasuk murah.

Rasanya sendiri cukup lumayan, enak. Tidak luar biasa, tetapi tetap enak di lidah. Pesanan yang kami dapatkan tandas dan tidak tersisa. Padahal lumayan banyak juga yang kami pesan

  • 4 porsi nasi (ukuran kecil) isi suir ayam dan teri
  • sate usus, sate babat, burung puyuh, sate telur puyuh pempek, dan beberapa lagi lainnya
  • teh manis panas, dan susu jahe
kringan Semar Khas Jogja,

Menurut penjelasan si Kribo dan si Yayang yang memesan, satu tusuk “sate” yang sebenarnya bisa dipilih dibakar atau digoreng, harganya 5000-10000 rupiah, sedangkan sebungkus nasi dihargai 4000 (porsi kecil).

Jadi, karena memang makan kami “tidak banyak”, yang harus kami bayar pun tidak banyak juga.

Bisa dikata memang Angkringan Semar Khas Jogja ini mengusung konsep ankringan seperti daerah asalnya, murah dan terjangkau semua kalangan, terutama anak muda.

Untuk memesan makanan, pengunjung bisa langsung ke etalase makanan, memilih yang disuka, dan kemudian menuju kasir.

Saat membayar, pengunjung akan diminta memilih apakah makanan pesanannya mau dibakar/panggang atau digoreng. Setelah pesanan selesai dikerjakan, makanan akan diantarkan ke meja pengunjung.

Tempat

Kalau tidak hujan pasti lebih menyenangkan karena sebenarnya kalau melihat lokasi, saya akan menyukai duduk di ruang terbuka sambil ngobrol.

Namun, meski sederhana, Angkringan Semar cukup memadai. Ruang lesehan yang beralaskan semen cukup menyenangkan untuk dipakai makan sambil lesehan.

area lesehan di angkringan Jogja

Kebersihan pun terjaga karena stafnya cekatan membersihkan sebuah meja setelah pengunjung pergi.

Pelayanan pun lumayan cepat karena dalam 15 menit makanan semua sudah tersaji.

Yang terpenting, adalah jarak antar meja yang lumayan jauh. Lebih dari satu meter. Pengunjung bisa merasa nyaman tanpa mengganggu yang lain dan hal itu membuat nyaman terutama di masa pandemi seperti sekarang.

♦♦♦

Mas, kayaknya kita yang paling tua deh“, begitu celetukan kru nomor 1, si Yayang, wanita kesayangan saya.

Celetukan yang memang menunjukkan mayoritas pengunjung yang datang malam itu. Kami memang bisa dikata paling tua dan selebihnya adalah anak muda.

Sesuatu yang tidak mengherankan mengingat konsep angkringan memang menyasar mereka yang gemar nongkrong. Dan, kalangan muda lah yang paling gemar melakukan itu. Kalangan tua biasanya lebih suka di rumah, terutama di saat hujan seperti kemaren.

Lagi pula, dengan harga yang amat terjangkau, ruang yang lumayan nyaman, waktu yang tidak dibatasi, Angkringan Semar Khas Jogja memenuhi semua kriteria sebagai tempat nongkrong anak muda.

Meski orang tua tidak dilarang datang, suasananya pas sekali bagi mereka yang membutuhkan tempat kongkow dan bercengkerama bersama teman.

Juga, mungkin bagi Anda yang sedang butuh tempat berkuliner alternatif di Kota Bogor.

Tempat ini bisa menjadi pilihan.

Mari Berbagi

2 thoughts on “Mlipir Gaya Anak Muda ke Angkringan Semar Khas Jogja”

  1. Saya belum pernah ke Bogor, tapi punya teman yang tinggal di sana katanya Bogor sering hujan.
    Apa sering banjir?

    Reply
    • Main ke sini Kang.. banyak tempat seru o..

      Ga Bogor jarang banjir loh, kalau hujan banyak…

      Reply

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.