Ngenes. Pake banget. Begitulah rasa yang timbul ketika melihat pemandangan Kali Ciliwung saat air surut.

Bagaimana tidak. Di salah satu sudutnya, di sekitar Sempur – Lebak Kantin, ketika level airnya turun karena musim kemarau, yang timbul bukan hanya bebatuan. Kalau hanya batu-batu besar sih bukanlah sebuah masalah karena memang merupakan bagian dari ekosistem sungai.

Yang terlihat disana, dan menyebabkan hadirnya rasa ngenes alias sedih bin galau ada banyak. Mulai dari celana dalam bekas, BH bekas (sumpah bener ada), berbagai macam plastik, sandal sebelah, dan masih banyak lagi jenisnya. Cuma karena sayang pada kamera saja yang membuat semua itu tidak direkam satu persatu.

Cuma sebagian saja, yang bisa Anda lihat di bawah ini.

Pemandangan Sungai Ciliwung di Kala Air Surut - Lebak Kantin 2

Parah kan?

Jangan cuma berpikir bahwa benda-benda seperti itu yang akan ditemukan saat menjelajahi bagian sungai yang mengalir ke arah Jakarta ini, masih banyak lagi. Termasuk kotoran manusia yang sering terlihat menumpuk di salah satu bagian (maaf, tidak ada fotonya, bukan karena sayang kamera, tetapi karena rasanya tidak pantas saja)

Berulangkali, tidak terasa, saya harus menghela nafas karena pemandangan Kali Ciliwung di saat airnya surut ini benar-benar menyedihkan.

Tidak terbayangkan di sebuah kota yang berslogan BOGOR BERIMAN (Bersih Indah Nyaman), masyarakatnya masih kurang menyadari bahwa membuang sampah ke sungai tidak seharusnya dilakukan. Padahal, slogan tersebut sudah dengan jelas mengandung kata “BERSIH”. Sesuatu yang sangat ironis sekali dan menunjukkan ada sesuatu yang tidak sinkron antara slogan dan kenyataan di lapangan.

Pemandangan Kali Ciliwung di Kala Air Surut - Sempur Lebak Kantin 2

Ngenes juga. Usaha yang dilakukan banyak organisasi pencinta lingkungan di Bogor sepertinya sia-sia. Memang gerakan mereka bukan bertujuan membersihkan sebuah sungai secara langsung karena hal tersebut tidaklah mungkin dilakukan.

Gerakan mereka adalah untuk menghadirkan kesadaran akan kebersihan dan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap ekosistem air yang semakin hari semakin rusak ini.

Sayangnya, apa yang terlihat di saat air berada pada level rendah di sungai ini menunjukkan bahwa perjuangan mereka akan menghadapi tantangan super berat, kalau tidak mau disebut sebagai sia-sia.

Ngenes Melihat Kali Cilitung di kala air surut 2

Itulah mengapa timbul rasa ngenes di hati.

Hal-hal seperti ini sering menyebabkan ada rasa menyesal mengapa memilih menjadi blogger tentang kotanya sendiri karena hal seperti ini banyak ditemukan di berbagai sudut Kota Hujan.

Hanya karena sebuah kesadaran saja yang membuat bisa bertahan. Kesadaran bahwa membangkitkan kepedulian terhadap lingkungan adalah kewajiban dari setiap individu.

Untuk itulah foto-foto yang sebenarnya tidak enak dilihat itu dipampang disini.

Ada sedikit harapan, satu dua orang akan melihat tulisan ini dan bisa merubah perilaku mereka terhadap lingkungan. Ada secercah asa, mudah-mudahan 1-2 orang tergerak dan kemudian ikut menyebarkan gaya hidup ramah lingkungan.

Dan, mudah-mudahan Anda pun mau ikut bergabung dengan mereka-mereka yang sudah lebih dahulu peduli lingkungan.

Tentunya akan lebih menyenangkan melihat Kali Ciliwung dalam kondisi yang bersih dan tanpa sampah-sampah tersangkut disana sini.

Mudah-mudahan suatu waktu hal itu bisa terwujud.

2 COMMENTS

  1. Sebenarnya memang di perlukan kesadaran masing masing orang pak, akan akibat dari membuang sampah sembarangan.

    Saya dulu pernah nginap di tempat teman di puncak dekat lokasi landing paralayang dan kaget melihat langsung ada yang buah sampah ke sungai. Memang gak banyak sih tapi kalau setiap hari buang ke sungai apa gak jadi numpuk. Itu baru satu orang yang buang. Kalo semua penduduknya ikut-ikutan. Gimana jadinya tuh sungai?

    Mudah-mudahan banyak yang sadar setelah baca artikel ini.

    • Pasti.. itulah yang masih kurang dalam masyarakat kita

LEAVE A REPLY