Tahun 2020 Yang Penuh Tantangan

Catatan Penulis - Tahun 2020 Yang Penuh Tantangan
Kru 3 Lovely Bogor : Arya Fatin Krisnansyah di CGM Bogor Street Festival 2020

Berat.

Tahun yang berat. Begitulah saya memandang tahun 2020 yang sudah memasuki perempat terakhir. Penuh tantangan. Sama sekali tidak pernah diduga.

Yang paling terasa berat adalah kedatangan si Covid-19 yang datang seperti badai tak berujung di awal Maret yang lalu. Kehadirannya merubah banyak hal di Kota Hujan dan banyak kota lainnya.

Dampaknya benar-benar merubah kehidupan dimana-mana dan berpengaruh terhadap banyak aspek kehidupan.

Salah satu yang terkena imbas dari semua itu adalah blog Lovely Bogor sendiri.

Blog kecil ini memiliki konsep “merekam kehidupan” yang ada di kota yang dulu bernama Buitenzorg ini. Polanya mirip dengan sebuah majalah online dimana admin atau pengelolanya mencari ide untuk tulisannya dari kehidupan nyata.

Biasanya, saya akan berkeliling berbekal kamera menyusuri jalanan di wilayah kota dan kabupaten Bogor. Kemudian, hasil perburuan itu diterjemahkan menjadi cerita-cerita yang di blog yang dibangun tahun 2015 ini.

Jadi, bukan seperti banyak website lainnya yang terkadang sekedar mencomot dari website-website lain.

Mayoritas yang diceritakan disini diambil secara langsung oleh penulisnya. Begitu juga dengan foto-fotonya yang dijepret dengan berbagai kamera oleh saya atau putra semata wayang saya.

Kehadiran sang Corona menghadirkan sebuah masalah tersendiri bagi blog ini. Pemberlakukan PSBB dan protokol kesehatan dimana-mana menghalangi ruang gerak kami dalam mencari bahan tulisan.

Bagaimanapun, sebagai warga negara yang patuh dan juga cemas melihat perkembangan wabah Covid-19 ini, saya berusaha berkontribusi dengan cara #dirumahsaja serta tidak keluar jika tidak benar-benar perlu.

Meskipun banyak sekali warga Bogor yang terlihat memandang remeh pandemi ini dan terus saja berkeliaran, bahkan tanpa masker, saya tetap menghindari yang semacam itu. Bahkan, kebiasaan nongkrong dan ngopi saja sudah saya tinggalkan sejak Corona mewabah.

Apalagi, pengalaman sendiri, saat membeli lampu pengganti di Mitra 10 bulan Mei lalu, sepulangnya dari sana, pegawai di superstore itu dikabarkan terkonfirmasi positif Covid-19. Hasilnya, kecemasan meningkat dan terpaksa harus isolasi mandiri selama dua minggu.

Padahal, tujuannya sudah jelas sekali dan memang benar-benar perlu (kalau tidak mau rumah gelap karena ketiadaan cahaya akibat lampu padam).

Sejak itu, kami memutuskan untuk sebisa mungkin di rumah saja. Keluar rumah hanya kalau hendak membeli bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya.

Situasi yang paling aman dari kemungkinan terkena paparan.

Masalahnya, pembatasan itu menyebabkan kami tidak bisa lagi “berburu” ide dan cerita. Bagaimanapun, kalau kami harus turun lagi ke jalan, hasilnya resiko terkena membesar karena mau tidak mau kami harus bertemu dan berinteraksi dengan orang lain.

Memang, protokol kesehatan tetap kami jaga, tetapi hal itu tidak berarti kemungkinan tertular menjadi nol. Tetap resiko itu ada.

Kondisi seperti ini lah yang pada akhirnya membuat blog ini seperti terbengkalai. Tida ada update atau artikel baru yang ditambahkan.

Tidak ada lagi bahasan tentang kuliner atau wisata.

Semua itu karena kami, pengelolanya, sedang membatasi diri demi membantu pemerintah mengurangi potensi penularan si Corona.

Seingin apapun kami kembali menyajikan berbagai cerita dari Kota Hujan kesayangan kami, tetap saja keselamatan harus diutamakan. Sesuatu yang menyangkut nyawa, kesehatan, dan keselamatan tidaklah seharusnya dipandang remeh.

Sudah hampir 8 bulan berlalu dan belum terlihat ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Tantangan itu masih jauh dari selesai.

Hanya, kami bisa pastikan, bahwa Lovely Bogor akan tetap berjalan. Meski tertatih-tatih seperti bayi atau kakek-kakek, blog ini akan terus beroperasi membawa cerita dari sudut Bogor yang bisa kami pungut.

Tidak akan banyak mengingat situasi dan kondisinya, tetapi itu adalah jawaban terhadap tantangan yang ada di tahun ini.

Sambil tentunya, kami berharap pandemi ini cepat usai. Bukan sekedar demi blog ini saja, tetapi demi semua orang yang pastinya sudah merasakan betapa tidak nyamannya berada dalam kesuraman dan kecemasan yang terus menerus.

Jika Anda mau membantu, kami hanya bisa sarankan, patuhi apa yang dikatakan pemerintah. Jangan mengambil asumsi sendiri. Jangan pernah pula menyebarkan informasi yang menyesatkan tentang pandemi seperti yang dilakukan banyak orang.

Mari jaga diri masing-masing dan keluarga. Hanya dengan begitu pandemi bisa berakhir.

#Staysafe