Cilember Waterfall Bogor
The Twin Cilember Waterfall

Tips berwisata ke Bogor – Bogor itu memang indah. Seperti yang sudah saya sebutkan dalam artikel sebelumnya, ada banyak sekali obyek wisata yang bisa menjadi pilihan menghabiskan hari libur Anda.

Coba Anda lihat di 50 tempat wisata di Bogor. Itu baru sebagian kecil saja. Masih banyak yang lain yang menunggu giliran untuk dijadikan artikel. Cuma sayanya saja yang memiliki keterbatasan dalam menulisnya (baik waktu, dana, dan tenaga)

Kalau masih tidak percaya Bogor itu tempat yang menyenangkan. silakan tanyakan alasan mengapa 4 juta orang setiap tahunnya melancong ke Bogor.

Tidak kah angka sebanyak itu menunjukkan sesuatu?

Meskipun demikian, memang beberapa julukan seperti Kota Sejuta Angkot, Kota Termacet Indonesia 2014, dan berbagai julukan bernada negatif tersemat ke kota yang sama.

Itu pun bukan tanpa alasan.

Lalu lintas di Bogor bisa menjadi sangat “menyebalkan”. Kemacetan panjang adalah momok yang menghantui setiap pengendara ketika melintas di berbagai Jalan di Bogor.

Menghabiskan waktu. Membuat pegal pinggang. Melelahkan.

Itulah Bogor. Dua sisi dari mata uang yang sama. Indah dan menyenangkan, tetapi juga menyebalkan di saat lainnya.

Nah, mungkin “Tips Berwisata Ke Bogor” ini bisa membantu memberikan sedikit saran kalau Anda ingin melancong ke kota yang bangga dengan sejarah Pajajarannya ini.

Bukan sebuah hal yang pasti, tetapi karena keseharian saya sebagai orang Bogor, tentunya sedikit banyak saya cukup paham dengan karakter kota dan masyarakatnya. Mungkin pengetahuan ini bisa sedikit berguna supaya Anda dapat menikmati Bogor dengan lebih baik dan nyaman.

Harapannya, tentunya sepulang dari Kota Hujan ini, bukan keluhan atau kesebalan yang terlontar, tetapi pengalaman menyenangkan yang Anda dapatkan.

Paling tidak itulah yang bisa saya lakukan untuk kota yang saya sayangi ini.

Inilah saran dari saya.

10 Tips Berwisata Ke Bogor

1) Tentukan Tujuan!

Memang. Itu tips berwisata ke Bogor yang pertama.

Saya banyak mendengar kawan-kawan sekantor di Jakarta berkata “Nanti saja mikirnya mau kemana di Bogor”.

Waduh!

Kalau masih berpikir demikian, rupanya masih banyak yang tidak percaya bahwa gelar Kota Termacet se-Indonesia 2014 itu ada alasannya.

Akhir pekan adalah saat dimana lalu lintas di Bogor mencapai puncak keruwetannya. Di banyak titik, jalan yang hanya sepanjang 1-2 kilometer saja sering harus ditempuh dalam waktu 1-1.5 jam.

Sekarang, kalau tidak ada tempat wisata yang dijadikan tujuan, Anda bisa saja menghabiskan akhir pekan dengan berada di dalam mobil atau kendaraan yang terjebak kemacetan. Berkeliling mencari lokasi yang enak pada setiap Sabtu dan Minggu, atau hari libur, terutama libur panjang, adalah hal yang menyusahkan.

Antrian panjang kendaraan di berbagai titik di Bogor akan membuat Anda kesulitan untuk mencapainya.

Kalau memang tidak tahu tentang Bogor, banyak sekali blog atau website yang menyediakan berbagai informasi lokasi wisata. Di paragraf paling awal, saya sudah berikan link untuk 50 tempat wisata di Bogor.

Kalau masih belum cukup, silakan klik menu “Wisata dan Kuliner” di Lovely Bogor. Masih ada lebih banyak tempat menarik yang bisa Anda datangi.

Jadi, jangan pergi ke Bogor tanpa tahu tujuan Anda!

2) Jangan serakah

Seharusnya saya senang kalau ada yang mengatakan ingin ke tempat ini dan itu di Bogor. Memang senang sih sebenarnya, tetapi kalau saya mendengarnya, saya akan menyarankan supaya memilih 1-2 tempat saja.

Kalau pun bisa 3-4 tempat, usahakan kesemuanya berada di kawasan yang berdekatan.

Problem-nya masih sama.

Namanya kemacetan.

Kalau memaksakan diri pergi ke banyak tempat dalam waktu sehari, rasanya sulit dilakukan. Anda akan sangat lelah menghadapi situasi tidak menyenangkan di jalanan Bogor.

Rasanya tidak akan maksimal pengalaman Anda. Yang ada malah mungkin omelan saja karena menemukan macet disana sini.

Jadi, tips berwisata ke Bogor yang kedua intinya memang “Jangan Serakah”. Jangan banyak-banyak yang dipilih satu atau dua saja.

3) Pelajari Rute dan persiapkan jalur alternatif

Kalau Anda sudah menetapkan tujuan, tips berwisata ke Bogor berikutnya adalah pelajari rute.

Percayalah mengetahui rute, terutama jalur-jalur alternatif akan sangat menghemat waktu. Banyak sekali jalan-jalan tikus yang biasa dipergunakan oleh warga Bogor untuk menghindari daerah macet.

Seperti contoh kalau untuk menuju lokasi dimana Patung Budha Tidur raksasa di daerah Parung, sebenarnya tidak perlu selalu harus melewati Jalan Soleh Iskandar yang macetnya bisa bikin kepala notak itu. Kita bisa melewati jalur Tonjong untuk membypassnya.

Begitu pula kalau mau menuju Taman Kencana atau Jalan Pajajaran dari arah tol Jagorawi, dibandingkan harus memutar mengelilingi Kebun Raya dan terjebak kemacetan di sekitar Pasar Bogor dan Tugu Kujang, Anda bisa melalui Jalan Pandu Raya atau Achmad Adnawijaya.

Mencari informasi tentang ini bisa menghemat beberapa puluh menit.

Jembatan Merah Bogor
Kemacetan di Jembatan Merah Bogor

4) Bersiaplah Berjalan Kaki

Orang mau berwisata dan bersantai kok disuruh bersiap berjalan kaki!

Heran mungkin, tetapi memang itu yang saya sarankan. Terlebih bila yang menjadi sasaran Anda untuk berwisata berada di Kota Bogor.

Kota Bogor tidaklah seberapa luas. Meskipun sudah mengalami pelebaran beberapak kali, luasnya tidak lebih dari 129 kilometer persegi saja. Tidak besar.

Oleh karena itu sebenarnya banyak tempat favorit bagi para wisatawan lokasinya berdekatan, bahkan tidak jarang hampir berdempetan. Jadi, dibandingkan dengan menggunakan kendaran pribadi atau angkutan umum, berjalan kaki jauh lebih efektif dan menghemat waktu.

Sebagai contok, banyak yang menanyakan kepada saya tentang bagaimana cara menuju ke kebun raya dari Stasiun Bogor menggunakan angkot. Jawaban yang saya berikan adalah berupa saran untuk menempuhnya dengan berjalan kaki saja.

Selain efisien dalam waktu, juga dengan berjalan kaki lebih banyak hal yang bisa dilihat. Banyak bangunan bersejarah yang unik di sepanjang jalan menuju Kebun Raya Bogor.

Contoh lainnya adalah betapa dekat jarak antara Taman Kencana, lokasi favorit lainnya dengan Kebun Botani pertama di Asia Tenggara itu. Memakai angkot untuk menuju kesana akan memakan waktu lebih lama divandingkan berjalan kaki dari Pintu III Kebun Raya. Jaraknya kurang dari 1 kilometer saja.

Lagipula, lebih sehat berjalan kaki. Bukan begitu?

Kalaupun Anda membawa kendaraan sendiri, bisa diparkir di beberapa mall yang ada di dekat pusat kota. Setelah itu pengunjung bisa coba berjalan kaki ke lokasi yang dituju.

Berbeda kalau menuju ke arah berbagai curug. Menggunakan kendaraan pribadi, seperti motor atau mobil lebih efisien karena biasanya terletak di Kabulaten Bogor yang jauh dari pusat kota.

Berjalan kaki tidak dianjurkan karena akan memakan waktu lebih lama.

5) Berangkat Lebih Pagi

Kalau memang tidak ingin terjebak dalam kemacetan, bisa diusahakan berangkat dari rumah sepagi mungkin.

Kecuali untuk tujuan ke arah Puncak, cara ini bisa menghindarkan Anda dari terjebak dalam kemacetan panjang.

Aktifitas Kota Bogor dan wisatanya tidak dimulai terlalu pagi. Begitu pula dengan arus lalu lintasnya. Kalau Anda bisa melewatinya di pagi hari, dan kemudian memarkir kendaraan, maka setidaknya tidak ada waktu yang terbuang.

Selain itu udara Bogor di pagi hari masih bisa dirasakan, sejuk dan nyaman.

Kalau menuju ke arah Puncak, mungkin kasusnya beda. Berangkatnya hatus benar-benar sangat “pagi” karena jalan tol menuju ke arah Puncak bahkan sudah padat sejak pukil 5 dini hari. Jadi silakan perhitungkan sendiri kapan harus meninggalkan rumah kalau tidak mau terjebak kemacetan.

6) Persiapkan Bekal Selama Perjalanan

Walau sudah sepagi mungkin, tidak berarti Anda “pasti” bebas dari kemacetan. Tetap ada kemungkinan Anda terjebak dalam antrian panjang kendaraan.

Bogor gitu lho.

Nah, jangan sampai Anda tidak membawa bekal, seperti makanan kecil dan minuman.

Bekal seoerti itu bisa menghindarkan diri dari tambahan perasaan yang menyiksa. Terjebak dalam kemacetan sudah sangat menyebalkan, tetapi mungkin kesabaran Anda sudah terlatih. Tetapi, kalau ditambah dengan rasa haus dan lapar, sudah pasti rasanya teramat sangat menyiksa.

Begitu pula kalau menggunakan kendaraan umum. Situasinya tidak berbeda.

Membawa bekal lebih lengkap pun disarankan kalau mau repot sedikit. Harga makanan dan minuman di berbagai tempat wisata di Bogor lebih mahal dari harga normal. Membawa bekal bisa mengurangi pengeluaran selama berwisata.

7) Persiapkan Budjet Yang Cukup

Hitung budjet Anda sebaik mungkin.

Selain tiket masuk  makanan, minuman, dan ongkos lainnya, masukkan dana tak terduga 20-30% minimal.

Bogor adalah kota wisata.

Seperti biasa ditemukan di berbagai temoat wisata, harga-harganya lebih mahal dibandingkan biasanya. Sebotol Aqua botol seharga 4000-4500 rupiah di Indomaret, di dalam Kebun Raya Bogor bisa mencapai 6000-7000 rupiah untuk ukuran yang sama.

Jadi, kalau memang diputuskan untuk tidak membawa bekal, maka persiapkan dana yanh cukup untuk mengantisiasi harga mahal di lokasi tujuan.

Jangan sampai setelah bermain, ternyata ongkos untuk pulang tidak tersedia. Itu bisa jadi masalah rumit.

Tips Berwisata ke Bogor

8) Pertimbangkan untuk bermalam

Yap.

Kalau ingin menikmati Bogor lebih banyak, saya akan sarankan untuk bermalam.

Dengan begitu Anda memiliki waktu lebih banyak untuk mengunjungi beberapa obyek wisata di Bogor.

Bahkan untuk beberapa tempat wisata alam, seperti Gunung Pancar atau Taman Wisata Gunung Salak Endah, menginap sehari disana justru merupakan yang terbaik. Anda bisa menikmati keindahan alam dan hawa sejuk pegunungan.

Kota Bogor sendiri masih tetap aktif hingga malam hari, bahkan hingga menjelang dini hari. Berbagai kuliner bahkan hanya bisa ditemukan pada sore hari atau malam hari, seperti bansus Air Mancur.

Hal itu sulit untuk dinikmati kalau Anda hanya datang pagi pulang sore hari. Kurang maksimal.

9)  Pertimbangkan untuk cuti

Kalau mau lebih maksimal lagi, ambillah cuti. Terutama pada hari yang agak jauh dari akhir pekan, seperti Senin – Rabu.

Keruwetan Bogor akan mencapai puncaknya setiap akhir pekan. Puluhan ribu orang dengan ribuan kendaraan akan membanjiri Bogor.

Belum ditambah puluhan ribu orang Bogor yang tidak pergi bekerja ke Jakarta (ingat lho ratusan ribu orang Bogor bekerja di Jakarta setiap harinya). Alhasil, semua tumpah ruah memenuhi setiap pelosok Bogor.

Kalau jadwal berkunjung ke Bogor bisa dirubah pada hari biasa, mayoritas orang sedang bekerja, termasuk warga Bogornya.

Jadi, paling tidak suasananya tidak akan sepadat di akhir pekan. Bukan hanya jalanannya saja tetapi juga di lokasi wisata. Bahkan akan terasa lengang, Anda bisa menikmati sepuasnya.

10) Jangan terpaku pada satu nama

Banyak sekali tulisan di internet yang menyebutkan nama “ini” atau “itu” sebagai terfavorit atau terpopuler. Akibatnya, banyak terjadi penumpukan wisatawan di satu titik.

Mereka terpancing oleh tulisan yang bombastis, yang banyak ditujukan hanya untuk memancing pembaca saja.

Anda harus lebih tenang mempelajarinya.

Seperti contoh kalau Anda mencari soto kuning, di Bogor tidak hanya ada satu penjualnya. Masih cukup banyak. Begitu pula kalau ingin membeli oleh-oleh lapis Bogor, merknya bukan hanya Sangkuriang saja, ada beberapa merk lainnya.

Begitu pula tempat nongkrong, bukan hanya ada di kawasan Taman Air Mancur saja, beberapa wilayah seperti Jalan Pandu Raya memiliki kawasan yang menawarkan hal yang sama.

Carilah tempat-tempat atau kuliner alternatif yang belum dilabeli “favorit” versi para travel blogger, banyak sekali lo. Bahkan terkadang lokasi, suasana dan rasanya lebih menyenangkan.

Ingat saja, Bogor adalah kota yang digerakkan oleh industri pariwisata. Akan banyak sekali lokasi wisata baru yang lahir, tidak beda halnya dengan jenis kulinernya. Pilihan tersedia banyak untuk dinikmati oleh Anda.

Tips Berwisata ke Bogor

Tips berwisata ke Bogor yang terakhir adalah……..

(Iya, saya tahu judulnya “10 Tips Berwisata ke Bogor”, tapi boleh dong dikasih tambahan tips terakhir. Tidak rugi kan. Masak dikasih bonus tidak mau? Lagi juga sekali-kali nyeleneh boleh dong 😀 dan kan tips terakhir tidak dikasih nomer, jadi tetap 10)

BAWA PAYUNG atau JAS HUJAN.

Walau banyak yang protes gelar Bogor sebagai Kota Hujan, katanya curah hujannya bukan tertinggi di Indonesia, ada satu alasan gelar itu diberikan.

Hujan sering datang tiba-tiba tanpa diundang. Hujan setempat pun sering terjadi.

Nggak lucu juga, kalau sedang bermain di Kebun Raya Anda harus kebasahan karena tidak membawa payung. Iya nggak?

Nah, kira-kira begitulah saran saya agar wisata Anda bisa terasa menyenangkan. Butuh banyak persiapan, tetapi daripada Anda mengalami hal yang menyebalkan, bukankah lebih baik mempersiapkan diri.

Selamat berwisata kawan semua, semoga tips-tips sederhana ini bisa berguna bagi Anda.

8 COMMENTS

  1. saya pun kalau sekali jalan lebih memilih 1-2 tempat saja yang dikunjungi dalam sehari. Biar maksimal :)

    • Pasti bisa mbak.. Sesama pecinta Bogor dan blogger, mengapa tidak? Semakin banyak semakin baik.

      Semoga Asinan Blogger juga bisa terus berkembang.

  2. Ada satu lagu julukan yang sepertinya cocok banget untuk Bogor selain kota sejuta angkota dan kota termacet 2014..

    Kota seribu curug. Karna banyak banget kan curug yang ada di Bogor?

LEAVE A REPLY