Rumah Makan Bumi Aki Bogor di Malam Hari

Jujur saja. Jika Anda ingin mencoba pergi ke RM (Rumah Makan) Bumi Aki di Jalan Pajajaran No 51 ini, saran yang ingin disampaikan adalah “DATANGLAH DI SENJA ATAU MALAM HARI!”.

Sungguh.

Bukan karena harganya pada saat itu didiskon. Bukan, bukan karena itu. Ada hal lain yang membuat saran itu keluar dan rasanya bisa melahirkan sebuah kesan tersendiri.

Hal itu adalah LAMPUNYA BO!.

Lampu? Iya, lampu penerangan yang dipergunakan di restoran itu akan memberikan kesan yang lumayan berbeda. Sudah pasti siapapun yang mendesain salah satu dari jaringan Rumah Makan Bumi Aki dan Bumi Nini ini sangat memperhitungkan hasil akhir dari rancangannya.

Sudah jelas si perancang bukan sekedar hanya memberi penerangan pada saung-saung yang ada di dalamnya, tetapi sangat memperhitungkan estetika di dalamnya.

Perhatikan saja beberapa foto di bawah ini, terkait dengan masalah lampu.

 

Jajaran lampu penerangan di saung-saung di rumah makan bumi aki bogor

ruangan makan di rumah makan bumi aki bogor

Ornamen lampu hias di rm bumi aki bogor

Bisa maklum kan kenapa saran datang di sore atau malam hari diberikan? Belum? Soalnya, kalau datang di siang hari, maka lampu-lampu itu tidak menyala dan tidak bisa memberikan keindahan tambahan bagi para pengunjung.

Jelas sekali, si perancang tempat sejak awal memang bukan sekedar memasang penerangan saja , tetapi juga menjadikan lampu-lampunya sebagai ornamen penambah keindahan. Sekaligus tentunya menghadirkan suasana temaram di ruang makannya.

Sesuatu yang tentunya menyenangkan pengunjung, apalagi jika datang kesana bersama sang kekasih. Cocoklah untuk berbincang mesra sambil menikmati makanan.

Rumah Makan Bumi Aki

Namanya jangan diartikan dalam bahasa Indonesia karena Bogor adalah tanah Sunda, maka sudah pasti namanya pun berasal dari kata-kata dalam kamus bahasa Sunda.

Bumi Aki artinya bukan “bumi” dalam bahasa Indonesia. Bumi disini dalam bahasa Sunda berarti “RUMAH”. Aki adalah “KAKEK”. Jadi, RM Bumi Aki berarti Rumah Makan RUMAH KAKEK. Terkesan akrab yah.

Restaurannya yang berada di Jalan Pajajaran ini merupakan salah satu dari 5 buah restoran yang terdapat dalam jaringan RM Bumi Aki dan Bumi Nini (RUMAH NENEK). Kesemuanya berlokasi di wilayah Bopunjur (Bogor-Puncak-Cianjur).

Silakan lihat alamatnya di foto di bawah ini.

RM Bumi Aki, sesuai dengan nama Sundanya, menawarkan berbagai makanan khas masyarakat Sunda sebagai menu utamanya. Nama-nama Tutug Oncom (tahu kan makanan apa ini), Gurame Cobek Pedas, Bandros, adalah sebagian nama yang tertera di daftar menunya.

Walaupun demikian, rupanya pengelolanya sadar bahwa Bogor adalah kota wisata yang pengunjungnya datang dari berbagai daerah. Tidak semuanya menyukai makanan ala Sunda, jadi terdapat juga beberapa menu umum yang akan bisa diterima lidah semua orang, seperti Sate Ayam dan Sate Kambing.

Daftar Menu di Rumah Makan Bumi Aki

Menu Modern di Rumah Makan Bumi Aki Bogor

Jadi, tidak perlu khawatir kalau memang tidak suka Tutug Oncom, pesan saja sate, dan semua beres.

Anda juga tidak akan dilayani oleh staff pelayan yang berbaju kampret dengan “totopong” (penutup kepala khas masyarakat Sunda). Pelayannya mengenakan seragam ala restoran umum.

Pelayan di RM Bumi Aki Bogor

RM Bumi Aki pun memastikan bahwa rumah makannya juga ramah kepada anak-anak. Bisa dipastikan anak-anak tidak akan nyaman untuk sekedar duduk diam, makan, tanpa melakukan apa-apa.

Di lokasi rumah makan ini, ada saung khusus dimana disediakan ayunan atau perosotan yang bisa dipergunakan pengunjung anak-anak bermain disana. Tentunya, dengan begitu mereka akan merasa betah disana dan tidak merengek pulang.

Lampu di atas pohon di rumah makan bumi aki bogor

Untuk ruang makannya sendiri, disediakan beberapa ruang dengan settingan yang berbeda. Jika yang benar-benar ingin merasakan suasana ala Sunda disediakan saung-saung untuk lesehan. Yang ingin merasakan makan ala warteg pun disediakan jajaran meja dan kursi kayu. Jika yang ingin sambil bersantai dan ngobrol disedikan area tersendiri.

ruang makan di restoran bumi aki bogor

Tinggal pilih mau yang mana. Semua diperlengkapi dengan ornamen lampu yang unik dan enak dilihat itu lo. (Lampu lagi..:D). Kalau saya sih, tergantung dengan siapa saya pergi, tetapi rasanya lebih nyantai makan di saung-saung daripada di meja makan biasa.

Soal rasa makanan? Nah, yang ini jangan tanya saya. Penilaian saya untuk hal ini memang agak diragukan karena bagi saya hanya ada dua kategori rasa makanan, ENAK dan ENAK SEKALI. Itu saja. Belum ditambah kenyataan, menikmati makanan ala Sunda bukanlah hal baru dan tidak akan memberikan sensasi khusus bagi saya.

Jadi, lebih baik silakan coba sendiri rasanya dan kemudian berikan nilai. Jika mau, setelah merasakan, silakan masukan di kolom komentar di bawah ini.

Yang pasti bagi saya, makanan yang dipesan, Gurame Pedas, Karedok, dan beberapa jenis lainnya, tandas tak bersisa. Bahkan, teh hangatnya pun habis tak tersisa setetes pun.

Silakan datang kesini dan nikmati suasana ala Sunda di RUMAH KAKEK.

Asal… Jangan lupa saran saya yah. Datang di SORE atau MALAM HARI, supaya bisa mendapatkan bonus suasana dan lampunya itu lo. Keren bro.

Rumah Makan Cak Koes di Jalan Merak Bogor 6

Tapi.. terserah sih. Kalau kebetulan main ke Bogornya siang hari dan perut sudah lapar, ya datang saja kesini. Daripada kelaparan, iya nggak sih?

Yang penting, selamat datang di Bogor dan di Bumi AKI (atau Bumi NINI)

4 COMMENTS

  1. Bikin saya ngiler pak, jadi pingin kesana…
    lampunya itu lo… ha..ha.ha..

    • Bukan makanannya yah..hahahahaha

  2. mmmm…..lg bulan muda nich yeeee….. 🙂

    • Hahahaha… nggak juga kebetulan ada yang nraktir

LEAVE A REPLY