Taman Ade Irma Suryani Bogor
Gerbang Taman Ade Irma Suryani Bogor

Tua tidak berarti harus kusam atau lusuh. Menjadi tua, juga tidak berarti harus selalu masam dan murung. Buktinya sudah banyak bahwa banyak kalangan tua bisa tampil ceria dan dandy (bergaya).

Begitu pula pada Taman Ade Irma Suryani Bogor. Usianya sudah melewati 40 tahun sejak didirikan tahun 1975 di lahan yang dulunya merupakan bekas sebuah taman di masa kolonial Belanda.

Kalau diukur dari usia, maka Taman Ade Irma Suryani bisa dikata termasuk tua dibandingkan berbagai taman hiburan lainnya di Kota Bogor. Berbagai permainan yang ada di dalamnya jelas terkesan kuno dan usang. Meskipun demikian, tidak terlihat ada kesan layaknya sesuatu yang kuno dan usang di tempat ini.

Keceriaan sudah menyambut pengunjung sejak mulai pintu gerbang. Warna-warna ceria dari pohon bougenville seperti mengatakan bahwa di bagian dalam taman ini ada suasana ceria dan gembira. Sesuatu yang memang diharapkan oleh pengunung.

Riwayat Singkat Taman Ade Irma Suryani

Usia Taman Ade Irma Suryani sendiri cukup panjang mengingat taman ria ini baru berdiri di era modern, yaitu di tahun 1975-an. Saat itu Gubernur Jawa Barat masa itu, Yogi S Memet meresmikan Taman Ria Ade Irma Suryani ini.

Meskipun demikian, area yang dimana Taman Ade Irma Suryani berdiri sudah sejak masa dahulu kala di peruntukkan sebagai sebuah area manusia untuk mendapatkan hiburan.

Taman Ade Irma Suryani Bogor
Suasana Taman Ade Irma Suryani Bogor

Hal tersebut sudah ada sejak berdirinya Stasiun Bogor di tahun 1881. Tidak lama berselang, sebuah taman bernama Wilhelmina Park alias Taman Wilhelmina (Nama Ratu Belanda di masa itu) dibangun. Karena dekat dengan stasiun, kadang taman ini disebut juga dengan stationspark (Taman Stasiun).

Tujuannya agar para pengunjung Buitenzorg (Bogor sekarang) untuk melepas lelah dan menikmati pemandangan. Pada taman ini, juga terdapat beberapa peralatan permainan sederhana seperti komedi putar.

Selepas tahun 1980, sebagian dari lahan yang dulunya adalah Wilhelmina Park, berubah menjadi sebuah terminal angkutan kota.

Barulah pada tahun 1990-an, karena lokasinya sangat strategis, di pusat kota Bogor dan terletak di dekat pintu masuk Bogor, peruntukkan kawasan ini berubah. Lahan bekas terminal tersebut dimanfaatkan untuk membangun sebuah alun-alun (plaza) yang diperuntukkan baik untuk bisnis dan hiburan.

Untuk itu dibuatlah dua unit yang sepertinya menjadi satu, meskipun sebenarnya terpisah, yang pertama di sebelah Selatan (menghadap Toko Matahari) menjadi Taman Topi si Plaza Kapten Muslihat. Unit lainnya, Taman Ade Irma Suryani tetap berada di lokasinya tahun 1975.

Bila Taman Topi menjadi unit bisnisnya, Taman Ade Irma Suryani adalah unit hiburannya.

Keduanya dianggap sebagai satu kesatuan, karena untuk memasuki Taman Ade Irma Suryani, pengunjung harus melewati Taman Topi terlebih dahulu. Gerbang taman ria ini ada di dalam Plaza Kapten Muslihat alias si Taman Topi.

Taman Ade Irma Suryani

Konsep Taman Ria yang diusungnya memang mencerminkan ciri khas taman hiburan di era tahun 1970-an. Belum ada berbagai wahana pemacu adrenalin seperti taman ria modern di masa kini.

Taman Ade Irma Suryani Bogor
Kereta Kayuh di Taman Ade Irma Suryani

Permainan-permainan sederhana, seperti kereta anak-anak, komedi putar kecil, bom bom car dan wahana populer di era 90-an mengisi lahan yang tidak seberapa luas. Terdapat pula beberapa wahana “baru”, seperti wahana air yang tetap diperuntukkan bagi anak-anak.

Jenis wahana permainan yang tersedia memang sejak awal ditargetkan bagi kalangan dengan anak balita atau yang belum remaja. Oleh karena itu tidak tersedia wahana permainan yang membuat pengunjung terpacu adrenalinnya.

Permainan paling menakutkan di Taman Ade Irma Suryani, bagi seorang anak, adalah kereta kayuh. Kereta kayuh ini berada di atas rel berketinggian 6-7 meter dan bergerak bila digowes layaknya sebuah sepeda. Pengunjung anak-anak harus ditemani orang dewasa ketika menggunakan wahana ini.

Oleh karena itu tidak mengherankan sejak dahulu hingga sekarang, mayoritas pengunjung adalah keluarga dengan anak balita.

Situasi di area Taman Ade Irma Suryani agaknya sudah direnovasi ulang.

Penataan dibuat sedemikian rupa agar menghadirkan suasana ceria. Pepohonan yang didominasi si bunga kertas, bougenville berbagai warna terlihat di berbagai sudut. Warna orange, pink, tembaga terlihat meronai semua bagian taman ria tua ini.

Selain berbagai permainan, di area taman ria ini juga terdapat sebuah panggung.

Panggung ini dipergunakan untuk berbagai pertunjukkan hiburan bagi pengunjung yang datang. Tidak jarang pula dipergunakan berbagai lomba dan pentas seni.

Taman kecil berisi permainan masa kecil, ayunan, kantin dan juga warung tersedia bagi pengunjung yang tidak membawa bekal.

Harga tiket masuk Taman Ade Irma Suryani

Taman Ade Irma Suryani Bogor
Panggung di Taman Ade Irma Suryani

Pada saat tulisan ini dibuat, harga tiket masuk ke dalam Taman Ade Irma Suryani adalah Rp. 9.000.-/kepala. Anak berusia di atas 3 tahun membayar tiket penuh.

Untuk setiap permainan yang akan dinikmati, pengunjung harus membeli koin yang berharga mulai dari Rp. 5.000.- hingga Rp. 10.000,-. Permainan dengan harga koin termahal adalah Go Kart dan Flying Fox, yaitu sepuluh ribu rupiah.

Gerbang masuk Taman Ade Irma Suryani satu-satunya berada di dalam Taman Topi. Oleh karena itulah kadang masih ada warga Bogor yang mengatakan “bermain ke Taman Topi” padahal mereka akan bermain di Taman Ria Ade Irma Suryani ini.

——–

Tua, sederhana dan kuno. Tidak berarti hal tersebut sama dengan kusam, lusuh dan tak berguna.

Taman Ade Irma Suryani BogorJustru dalam kesederhanaan wahana yang dibuat lebih dari 20 tahun yang lalu, Taman Ade Irma Suryani tetap terlihat ceria . Di tengah menjamurnya berbagai taman hiburan yang lebih modern tempa ini masih tak henti memberikan keceriaan bagi anak-anak, dan keluarganya.

Seolah ingin memberikan sesuatu yang tidak pernah dialami oleh sang pemilik nama asli.

Tahukah Anda siapa Ade Irma Suryani itu? Saya rasa pasti Anda tahu. Bukan begitu?

 

6 COMMENTS

  1. walau wahana permainannya udah lusuh, tapi tetap memberikan keceriaan anak anak bogor.. cool
    sy yakin anak2 yg lahir di kota bogor setidaknya pasti pernah ke tempat ini.. dari jaman kakak saya kecil, saya kecil, sampe kakak saya punya anak kecil skrg.. 😀 ntap!

    • Ahhh… iya.. memang sudah usang, tetapi bukankah anak-anak tidak pernah peduli tentang hal itu. Pasti, rasanya kalau orang Bogor jarang yang tidak pernah merasakan keceriaan disini.

  2. website nya bagus kang. abdi nu orang bogor ge gak tau banyak tentang daerah juga history di belakangnya jadi lumayanlah nambah pengetahuannya.ayeuna jadi tau mau kemana kalo mau jalan jalan sama keluarga..
    nice

    • Makasih kang Gilang. Senang bisa bermanfaat bagi orang lain.

  3. Seingat saya, Taman Ria Ade Irma Suryani sudah ada ketika saya masih kecil (saya lahir tahun 1974). Sedangkan daerah yang dulunya terminal, sekarang jadi Taman Topi. Saya lupa tahun berapa Taman Topi dibangun. Mungkin awal 1990an.
    Yang khas dari Taman Ria adalah patung ular raksasa yang menjulur dari atas pohon besar. Kepalanya yang besar di bawah sering dinaiki anak-anak untuk difoto. Sekarang masih ada tidak ya si ular itu?

    • Terima kasih informasinya Mbak. Memang ada dua versi tentang Taman Ade Irma Suryani. Ada yang menyebut diresmikan tahun 1975 , ada pula yang menyebutkan tahun 1990-an.

      Untuk sementara saya masih memakai yang tahun 1990-an, nanti saya akan cross check lagi datanya ya.

      Kalau Ular Raksasanya , sudah tidak ada mbak. Juga helikopternya, seingat saya dulu ada helikopter juga, cuma sudah banyak berubah rupanya.

      Thanks buat masukannya

LEAVE A REPLY