Tulisannya berbunyi : “JIKA ANDA BERADA DI KOLAM GUNTING, ANDA DAPAT MENGAMATI PERILAKU KOAK MALAM ABU (NYCTICORAX NYCTICORAX) YANG HIDUP DAN BERKEMBANG BIAK DI PULAU KOLAM GUNTING”.

Tulisan tersebut memang ditempelkan di setiap bangku semen yang berada di sekeliling Kolam/Danau Gunting, Kebun Raya Bogor. (Silakan lihat dimana letaknya di KRB dalam tulisan – Danau Gunting Keindahan Bercampur Misteri).

Melihat kowak malam abu di kebun raya bogor b

Kalau Anda jeli, berbagai tulisan sejenis ada di setiap bangku semen dan isinya menjelaskan tentang berbagai hal yang bisa dinikmati di lokasi tersebut. Banyak pengetahuannya juga lho!

Nah, kursi beton ini tepat menghadap ke Kolam/Danau Gunting yang memang merupakan salah satu spot menarik, dan juga instagrammable di KRB.

Mengenai “pulau” di Kolam/Danau Gunting adalah sebuah daratan kecil yang dilingkari air. Pengunjung tidak bisa mencapainya karena dikelilingi oleh air. Pulau ini juga terkenal karena banyak yang bilang sering ada “penampakan” dari ular, atau noni Belanda bergaun putih.

Entah benar atau tidak. Tidak ingin saya membuktikannya.

Nah, kalau sambil duduk di bangku dengan tempelan tulisan seperti di atas, pemandangannya kira-kira seperti di bawah ini.

Koak malam abu adalah jenis burung dari Ardeidae (sederhananya “keluarga gagak”) dan juga dikenal sebagai KOWAK MALING.

Nama KOAK atau KOWAK disematkan kepadanya karena saat terbang , layaknya gagak akan mengeluarkan suara “KWAK.. KWAKK.. KWAKK” berulang-ulang.

Kata MALING sendiri diberikan oleh para nelayan atau petambak di kawasan pantai karena burung ini terkenal suka mencuri ikan di tambak.

Dalam bahasa Inggris, namanya keren juga Black Crowned Night Heron. Keren kedengarannya kan dibandingkan KOAK.

Pertanyaannya seperti apa sih burungnya? Memang melihat secara langsung jelas memberikan kegembiraan sendiri, apalagi di alam terbuka seperti itu dan bukan di dalam kerangkeng atau sekedar gambar.

Jadilah, saya menyempatkan beberapa belas menit menunggu dan duduk di bangku itu dengan Canon 700D kesayangan yang sudah dipasangi lensa 55-250 mm.

Hasilnya?

Lumayan.. dapat satu foto. Sebenarnya kurang puas, tetapi apa daya jangkauan lensa yang ada tidak cukup untuk menangkap secara detail Kowak Malam Abu yang dimaksud. Setidaknya, ini lo burung yang akan bisa dilihat kalau duduk disitu.

melihat koak malam abu di kebun raya bogor e

Meski tempelan di kursi pengunjung bisa mengamati perilaku Koak Malam Abu (Kelabu), tidak berarti benar-benar dapat mengamati seperti di kebun binatang.

Burung-burung ini bersarang di rimbunnya pepohonan di Pulau Danau Gunting tadi. Kalaupun keluar, ia akan terbang berputar-putar ke berbagai arah. Apalagi ada jarak lumayan antara bangku dan pulau tersebut. Tanpa lensa kamera yang cukup zoomnya, sulit melihat secara jelas.

Tetapi, memang betul kita bisa melihat aktifitas burung, yang biasanya beraksi saat malam, tetapi ternyata juga berkatifitas di pagi dan siang hari.

Sesuatu yang mungkin bisa menjadi variasi saat berkunjung ke Kebun Raya Bogor dibandingkan sekedar berselfie ria. Iya nggak sih Kawan?

 

LEAVE A REPLY