Patung Lembu Nandi Kebun Raya Bogor
Patung Lembu Nandi dan Arca Siwa di Kebun Raya Bogor

“Tidak jauh dari sini ada kolam”. Itulah arti dari tulisan yang terpahat pada sebuah lempengan batu di depan Patung Lembu Nandi di Kebun Raya Bogor.

Kalau tidak pernah membaca kisah terkait Patung Lembu Nandi ini, maka pengunjung akan mengira bahwa prasasti dengan tulisan tersebut memiliki makna dan arti lain. Sudah pasti pula, kalau pengunjung tidak membaca papan penjelasan yang ada, maka mereka akan mengira bahwa tulisan tersebut dibuat pada masa ketika kerajaan Hindu berdiri di Bogor.

Padahal pahatan dalam aksara kuno tersebut dibuat jauh sesudah kerajaan Hindu terakhir di Bogor, yaitu Kerajaan Pakuan Pajajaran runtuh. Prasasti tersebut berusia jauh lebih muda dibandingkan dugaan orang.

Tulisan tersebut merupakan buah tangan, tergantung versi mana yang Anda mau yakini, Dr. Friederich, seorang arkeolog di pertengahan abad-19 atau oleh pendiri Kebun Raya Bogor, Georg Karl Reindwardt.

Entah apa tujuan dari mereka membuat prasasti tersebut.

Patung Lembu Nandi dan Arca Siwa di Kebun Raya Bogor

Patung Lembu Nandi di Kebun Raya Bogor
Sosok Lembu Nandi dan Dewa Siwa di Kebun Raya Bogor

Lokasi Patung Lembu Nandi dan (diduga) Arca Dewa Siwa atau Syiwa di Kebun Raya Bogor terletak tidak jauh dari gerbang utama.

Kalau Anda menyusuri jalan menuju ke arah Timur, ke arah Taman Meksiko, tolehkan lah kepala Anda ke kanan. Letaknya memang agak tinggi dekat Pohon Raja. Pandangan agak tertutup untuk bisa melihatnya secara jelas dari sisi Anda berada.

Patungnya sendiri tidak seberapa besar, kurang lebih 1 meter. Arca Dewa Siwa sendiri berdiri di sebelah Patung Lembu Nandi.

Keberadaan kedua arca yang berjejer seperti ini menunjukkan pengetahuan, Frideriech atau Rendward terhadap sejarah dan kebudayaan di Nusantara saat itu sangat luas.

Lembu Nandi atau dikenal juga dengan Lembu Nandini (dianggap wanita) atau Nandiswara, konon menurut kepercayaan penganut Hindu merupakan kendaraan/wahana Dewa Siwa. Dewa bertangan empat dan bersenjata Padma ini mengendarai Lembu Nandi berkeliling jagad raya.

Tentu saja untuk itu Lembu Nandi tidak hanya berjalan kaki tetapi juga bisa terbang. Sebagai kendaraan dewa, Lembu Nandi juga dikatakan sebagai tidak mengenal rasa takut.

Asal Patung Lembu Nandi dan Arca Siwa di Kebun Raya Bogor

Patung Lembu Nandi di Kebun Raya Bogor
Patung Lembu Nandi

Kedua arca ini, Patung Lembu Nandi dan Arca Siwa menurut papan informasi, berasal dari sebuah kolam “kuno” di daerah Ciapus (sekarang masuk wilayah Kabupaten Bogor).

Bila dikaitkan dengan keberadaan Pura Parahyangan Agung Jagatkartta di wilayah yang sama, Ciapus, bisa diduga keduanya peninggalan Kerajaan Hindu Pakuan Pajajaran yang dahulu beribukota di Bogor.

Salah satu alasan (yang sulit dibuktikan) adalah bahwa pura tersebut didirikan di lokasi dimana Prabu Siliwangi, Raja Kerajaan Pajajaran “moksa” atau hijrah ke kahyangan.

Memang belum ada catatan atau penelitian arkeologis yang membuktikan hal tersebut. Meskipun demikian, Anda tidak akan dianggap berkhayal kalau mengatakan Patung Lembu Nandi dan Arca Siwa di Kebun Raya Bogor ini kemungkinan berasal dari abad 8-15. Rentang waktu tersebut adalah masa dimana Kerajaan Hindu terbesar di Jawa bagian Barat berkuasa.

Jadi usia kedua arca ini jauh melebihi umur Kebun Raya Bogor yang baru dibangun tahun 1817.

Yang menarik dari Situs Patung Lembu Nandi di kebun Raya Bogor

Patung Lembu Nandi Kebun Raya Bogor
Hio dan Bunga di Patung lembu Nandi

Bagian mana yang menarik dari situs “buatan” ini. Kata buatan diberi tanda kutip karena kedua arca ini bukan dalam posisi asal dimana mereka ditemukan. Posisi yang terlihat di Kebun Raya Bogor ini merupakan hasil karya entah siapa (pilih antara Rendwardt atau Frideriech).

Ketika LB berkunjung kesana, terlihat ada sisa hio dan bunga di situs Patung Lembu Nandi ini. Seseorang, mungkin pengunjung entah siapa rupanya menyempatkan diri berdoa / memberikan hormat di hadapan arca Dewa Siwa dan tunggangannya tersebut.

Seseorang melakukan apa yang diyakininya dimanapun ia berada. Sesuatu yang patut dihargai.

Tetapi, masih ada satu hal yang sedikit membingungkan. Kalimat “Tidak jauh dari sini ada kolam”.

Apakah pahatan tersebut dibuat di lokasi asal Patung Lembu Nandi ditemukan, yaitu di kawasan Ciapus ataukah di Kebun Raya Bogor. Arca tersebut di temukan di sebuah “kolam kuno” di Ciapus, bisa saja pahatan tersebut dibuat sebagai penunjuk jalan ke arah lokasi asal arca. Meskipun demikian, dari lokasi Patung Lembu Nandi di Kebun Raya Bogor memang terdapat sebuah “kolam”, yaitu Kolam Teratai alias Danau Gunting yang hanya berjarak kurang dari 50 meter saja.

Entah apa tujuan sang pemahat prasasti tersebut menorehkan kalimat tersebut di sebuah lempeng batu. Meskipun usianya tidak sekuno Patung Lembu Nandi dan Arca Siwa-nya, tulisan dalam aksara kuno tersebut cocok dan membuat situs “buatan” tersebut menjadi menarik.

Anda pernah melihatnya?

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY