Lucu saja baca status di sebuah komunitas warga Bogor di dunia maya. Celotehannya seperti ini, silakan baca sendiri :

berwisata ke kebun raya bogor, persiapkan diri Anda

Kelihatannya normal saja, seorang wisatawan (warga Bogor) mengeluhkan karena ketiadaan tempat berteduh di Kebun Raya Bogor dan ini membuatnya repot karena hujan turun mendadak.

Topik kemudian berkembang karena ada beberapa komentar yang mengusulkan beberapa hal lain. Silakan baca sendiri yah.

Ide tambahan untuk menambah musholla supaya tidak perlu berjalan jauh. Satunya lagi tambahan wahana permainan.

Normal. Ya normal-normal saja, namanya manusia tetap saja inginnya nyaman bagi dirinya dalam situasi apapun, termasuk saat berwisata.

Cuma geli saja membacanya. Geleng-geleng kepala.

Kenapa demikian ?

  1. Kebun Raya adalah sebuah wilayah yang luas lebih dari 85 hektar dan sudah pasti kalau memang mau berwisata ke Kebun Raya harus bersiap untuk berjalan lumayan jauh. Lalu, kalau memang tidak mau berjalan terlalu jauh kenapa pergi berwisata ke Kebun Raya ?
  2. Bogor dikenal sebagai kota Hujan, salah satunya adalah hujan biasanya turun tak kenal waktu dan ramalan cuaca. Sering hujan turun dengan mendadak di luar prediksi. Nah, sudah tahu karakter Bogor seperti itu kenapa tidak membawa payung dari rumah?
  3. Wahana permainan ? Sudah banyak tempat permainan dengan wahana yang lebih beragam seperti The Jungle Water Adventure, Marcopolo Water Adventure, The Jungleland, dan sebagainya. Mengapa pula Kebun Raya Bogor harus diberi tambahan permainan. Sejak awal Kebun Botani pertama di Asia Tenggara itu adalah untuk mereka yang hendak berwisata sambil belajar dan juga melihat sebagian situs bersejarah Bogor, lalu untuk apa harus ada wahana permainan. KRB tidak pernah dibangun berdasarkan ide menyediakan permainan, awalnya adalah sebagai Pusat Penelitian dan bukan lokasi wisata.

Ide-ide yang terlihat wajar itu sebenarnya “tidak wajar”. Yang mengatakan sepertinya sama sekali tidak tahu tentang makna dari Kebun Raya Bogor bagi kota ini dan juga bangsa Indonesia.

Sama dengan beberapa lokasi wisata lainnya seperti Borobudur, Prambanan, dan sejenisnya tidak biasa dianggap sebagai lokasi wisata “biasa”. Kebun Raya Bogor memiliki nilai historis yang bernilai lebih dari sekedar untuk “bermain” atau “menyenangkan” pengunjung saja.

Banyak bagiannya sangat erat kaitannya dengan Kota Hujan ini. Tidak bisa sembarangan dirubah hanya karena seorang pengunjung basah karena kehujanan atau karena merasa bosan karena tidak ada permainan modern atau karena malas berjalan kaki.

Pohon Kenari Di Bogor
Jejeran Kenari Di Jalan Kenari Kebun Raya Bogor

Bayangkan saja kalau semua kemauan itu dituruti demi sekedar membuat nyaman pengunjung yang datang.

A. Jika saung atau bangunan peneduh ditambah, maka jelas harus ada lahan yang dikorbankan. Bisa jadi malah ada pohon yang harus ditebang.

Padahal lahan di KRB terbatas untuk menampung berbagai spesies tanaman dari Indonesia. Juga banyak sekali pohon yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun.

Belum lagi dengan banyaknya saung bisa saja membuat suasana menjadi kumuh dan dipergunakan oleh yang tidak bertanggungjawab.

B. Musholla lebih banyak sepertinya ide yang bagus, tetapi kembali pada keterbatasan lahan maka harus ada yang dikorbankan. Mau tidak mau pohon-pohon bernilai tinggi dari segi ilmu pengetahuan dan sejarah harus mengalah.

C. Wahana permainan, sama saja. Pohon-pohon akan menjadi korban. Selain itu tentunya landscape KRB akan berubah. Sesuatu yang seharusnya hanya dilakukan jika sangat terpaksa saja.

(Jika Anda pernah membaca tulisan sebelumnya “Kebun Raya Bogor – Tempat Mana Yang Menarik” dan “Sejarah Kebun Raya Bogor – Kerjasama Antar Bangsa?”, tentunya akan menyadari betapa bernilainya Kebun Botani Pertama di Asia Tenggara ini)

Banyak hal harus dikorbankan hanya karena pengunjung yang sepertinya tidak siap untuk berkunjung ke Kebun Raya.

Oleh karena itu, saya menyarankan bagi siapapun yang hendak berwisata ke Kebun Raya Bogor, persiapkan diri Anda.

  1. Kebun Raya Bogor tidak menyediakan permainan modern. Wisatawan kesini untuk menikmati udara segar, belajar, dan melihat situs sejarah. Kalau mau tidak bosan, ajak teman dan siapkan permainan sendiri. Ada beberapa tempat yang lapang untuk itu seperti Taman Astrid
  2. Bawa PAYUNG dan JAS HUJAN. Sudah disebutkan sebelumnya bahwa Bogor itu Kota Hujan karena frekuensi hujannya sering bahkan saat musim kemarau. Setidaknya dengan begini kita bisa tidak terlalu basah kuyup dan yang pasti tidak ngedumel di media sosial. Ini berlaku untuk hampir semua tempat wisata di Bogor (dan bukan hanya KRB)
  3. Jangan pakai sepatu hak tinggi. Berwisata di Kebun Raya Bogor pasti memerlukan jalan kaki apalagi hari Minggu atau Libur dimana mobil tidak diperkenankan masuk. Pakai sepatu kets atau sandal supaya mudah berjalan
  4. Kunjungi sepagi mungkin. Biasanya hujan di Bogor terjadi agak siang atau sore, jadi kalau berangkat pagi, maka bisa pulang sebelum hujan turun. Kalau hujan di pagi hari, batalkan saja kesana karena banyak pohon besar di KRB dan tentunya bisa berbahaya dalam keadaan hujan.
  5. Kalau tidak mau capek, pergunakan mobil keliling yang disediakan (berbayar)
  6. Pas waktu sholat, dekatilah lokasi musholla terdekat. Jangan minta mushollanya yang datang
  7. Jika mau bawa anak kecil, sebaiknya jangan terlalu jauh dari lokasi awal atau yang dekat dengan tempat untuk berteduh.

Inti dasarnya, jangan minta Kebun Raya Bogor berkorban untuk kita, tetapi mengingat tempat ini memiliki makna yang penting bagi Bogor dan Indonesia, persiapkan untuk menikmatinya dengan apa yang sudah tersedia.

Kalau memang merasa tidak cocok dengan semua itu, bisa pilih tempat wisata di Bogor yang lain. Tetapi, usahakan jangan berpikir untuk meminta perubahan di KRB hanya untuk kenyamanan kita. Tidak sebanding!

8 COMMENTS

  1. Susah memang… banyak yang “otak”-nya belum “nyampe”…
    Maaf, komentar saya sinis… tapi memang menyedihkan hidup di masyarakat yang SEBAGIAN “otak”-nya belum “nyampe”…
    Saya cinta banget sama Bogor… tanah kelahiran saya…

    • Silakan om.. tidak masalah.. memang banyak yg kadang aneh2 permintaannya..

  2. Pak,,,Kalau Boleh Tahu KRB, pernah kebakaran ngk ?

    • Pohon rubuh banyak.. kebakaran nggak pernah

  3. kalau menurut pendapat saya sich Pak….kata “Kebun Raya ” itu artinya sebuah kebun besar dan biasanya kebun memiliki sebuah pondok.

    tentunya fungsinya untuk berteduh dikala panas ,hujan atau capek.

    kan..lahannya 85 ha nich luasnya,,kenapa tidak korbankan sedikit saja untuk tempat berteduh ? walau ditebang cuma beberapa pohon, toh masih banyak pohon2 lainnya.

    yang penting wisatawan bisa nyaman dan aman dikala hujan dan panas.

    Apakah penebangan tsb melanggar hukum ?

    realisasinya mungkin agak sulit untuk menyediakan tempat berteduh….karena mungkin terkait aturan dan kebijakkan.

    yang akan terjadi jika hujan datang, yang ada pengunjung akan cepat pulang ? apa ini tidak membuat rugi ?

    tapi ,,,mempotret orang yang sedang kehujanan di Kebun tsb, mungkin menjadi tulisan unik Pak ? saya tunggu yach kalau ada artikel seperti itu ? hehe.

    • Nah, itulah mengapa saya sebut tidak wajar. Kebanyakan beranggapan bahwa Kebun Raya hanyalah sebuah Kebun Besar dan berisi pepohonan. Padahal tidak demikian.

      1. Kebun Raya Bogor itu menyimpan ribuan spesies tanaman yang dikumpulkan dari seluruh Indonesia sejak abad ke 18
      2. Kebanyakan pohon berusia lebih dari puluhan bahkan ratusan tahun
      3. Banyak memiliki situs sejarah
      4. Kebun Raya Bogor sebenarnya adalah Pusat Penelitian dan bukan tempat wisata
      5. Kebun Raya Bogor sangat terkait erat dengan sejarah Kota Bogor dan merupakan inti dari Kota Bogor itu sendiri.

      Bahkan tanpa pengunjung datangpun Kebun Raya akan tetap berjalan karena fungsi utamanya adalah Pusat Penelitian dan Pelestarian, bukan tempat wisata. menghilangkan atau menebang pohon yang sudah berusia puluhan tahun adalah kesalahan besar karena nilai sejarahnya dan banyak hal akan terusik dengan sendirinya. Pernah terbayang ada pohon yang usianya lebih tua dari kakek Kang Nata? Disana ada lho..

      Menggampangkan bahwa Kebun Raya Bogor hanya sebuah Kebun adalah sesuatu yang menunjukkan bahwa mereka tidak menyadari nilai historis dari tempat ini.

      Gitu Kang Nata, kalau akang beranggapan bahwa KRB hanyalah sebuah kebun dan bisa semudah itu diutak atik, saya maklum. Tetapi, cba saya tanyakan bagaimana kalau Jembatan Sungai Musi diruntuhkan dan diganti dengan yang baru yang lebih modern?

      • hehe,,,,saya puas dengan jawaban Pak Anton,,,,setelah digelitik sedikit, maka jawaban yang sebenarnya terhadap fakta akan keluar,,hehe.

        ya,,betul kata Pak Anton,,,,KRB adalah Icon, dan merubah icon akan mempengaruhi ciri khas.

LEAVE A REPLY