Bunga Teratai Raksasa di Kebun Raya Bogor
Bunga Teratai Raksasa di Kebun Raya Bogor

Akhirnya setelah berulang kali gagal, kali ini saya berhasil mengambil potret sebuah bunga. Bunga yang ditunggu-tunggu itu adalah Bunga Teratai Raksasa di Kebun Raya Bogor.

Sudah beberapa kali tahun ini, nasib kurang beruntung. Pada saat datang ke kebun botani pertama di Asia Tenggara ini tidak terlihat ada bunga berwarna putih muncul di permukaan.

Nah, saya akan berbagi kepada Anda pembaca Lovely Bogor foto bunga yang ditunggu-tunggu tersebut. Walau belum 100% mekar, tetap cantik bukan?

Teratai Raksasa di Kebun Raya Bogor

Teratai Raksasa di Kebun Raya Bogor
Teratai Raksasa Di Kebun Raya Bogor

Teratai Raksasa atau nama latinnya Victoria Amazonica bisa ditemukan di Kebun Raya Bogor di dalam Kolam Astrid. Kolam ini merupakan bagian tak terpisahkan dari yang namanya Taman Astrid.

Masih ingat kan tentang Taman Astrid? Kalau sudah lupa silakan kunjungi lagi Taman Astrid – Kebun Raya Bogor.

Tanaman yang berasal dari genus Nymphaceae ini merupakan tanaman air tawar terbesar di dunia. Di dunia dan bukan hanya Indonesia.

Lebar daunnya bisa mencapai 3 meter. Daunnya juga cukup tebal hingga disebutkan apabila seorang bayi atau anak usia 3 tahun diletakkan pada daunnya, maka ia tidak akan tenggelam. Beban yang sanggup ditanggungnya mencapai 12 kiligram

Begitu kuatnya daun si raksasa ini.

Kekuatan daun ini sebenarnya juga ditunjang oleh batang sang teratai raksasa yang berada di dalam air. Batang tersebut dapat mencapai panjang 7-8 meter.

Bahkan, bunganya sendiri bila sudah mekar sempurna memiliki diamter yang tidak kalah besarnya. Empat Puluh Centimeter!

Bisa bayangkan betapa besarnya penampakannya.

Asal Teratai Raksasa

Teratai Raksasa Di Kebun Raya Bogor
Teratai Raksasa di Kolam Astrid Kebun Raya Bogor

Tanaman ini bukanlah spesies asli flora Indonesia. Habitat aslinya berasal dari sungai Amazon di belahan Selatan Benua Amerika.

Victoria Amazonica pertama kali ditemukan oleh ekspedisi Inggris ke Guyana Inggris tahun 1837.

Pada awalnya, nama yang diberikan awalnya adalah Victoria Regia. Victoria adalah nama Ratu Inggris di masa tersebut. Penemunya bernama Robert Schornburk dan yang memberikan nama adalah John Lindley.

Nama Victoria Amazonica sendiri baru populer digunakan di abad 20.

Sayang sekali di habitat aslinya saat ini si Teratai Raksasa sedang mengalami ancaman.

Kerusakan hutan akibat ulah manusia membuat kelestarian berbagai spesies di sungai Amazon berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

Nah, tentu Anda mengerti rasa penasaran saya untuk mendapatkan foto bunganya.

O ya. Bunga itu berwarna putih pada hari pertama tetapi kemudian jadi bersemu “pink” pada hari berikutnya. Mudah-mudahan di lain waktu, saya bisa mengambil fotonya di hari kedua.

2 COMMENTS

  1. woww,,,bentuknya seperti tampah,,,sehingga kalau digunakan untuk menjemur kripik mungkin bisa yach…hehe.

    • Bisa kalai mau basah kecebur..

LEAVE A REPLY